Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Gizi Seimbang di Wilayah Puskesmas Simpang Raya Widyawati Astuti; Zamli Zamli
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 2 No. 3 (2025): September: Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kese
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v2i3.1948

Abstract

The nutritional awareness of pregnant women in the Simpang Raya Community Health Center (Puskesmas) in Banggai Regency is still relatively low, necessitating educational efforts to increase their understanding of the importance of balanced nutrition during pregnancy. This community service activity aims to improve the knowledge of pregnant women through participatory and educational nutrition counseling held for one week in the Puskesmas hall. The methods used included interactive lectures, group discussions, and healthy menu preparation simulations, supported by leaflets adapted to the local context. A total of 40 pregnant women from various trimesters of pregnancy participated in the activity and were assessed using pre- and post-test instruments. The results of the activity showed a significant increase in participant knowledge, from 43% in the "good" category before the activity to 78% after the counseling. Most participants were able to understand the basic principles of balanced nutrition, identify food sources of important nutrients such as iron and folic acid, and prepare daily menus according to Ministry of Health guidelines. This improvement indicates that visual and interactive information delivery is easier for participants to understand, especially those with lower educational backgrounds. Furthermore, this activity also serves as a means of empowering pregnant women to be more active in maintaining their own and their fetus' health by choosing nutritious foods. Therefore, it is crucial for health workers at community health centers (Puskesmas) and integrated health post (Posyandu) cadres to continue this educational program on an ongoing basis. Structured, communicative, and participatory nutrition education is effective in increasing pregnant women's understanding and can be replicated periodically at other Posyandus (Integrated Health Posts) to support stunting prevention efforts and improve maternal and child health.
Pemeriksaan Liang Telingan Dan Gendang Telinga Dalam Rangka Menjaga Kesehatan Telinga Pada Siswa Mts Satap Baburrohma Bakorang Nurul Rahmadiani Ukfah; Zamli Zamli
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 4 (2025): Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i4.6246

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk skrining dan intervensi kesehatan telinga pada siswa di Mts Satap Baburrohma di desa bakorang. Desa Malenggang merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan bua ponrang kabupaten luwu, desa ini termasuk desa terpencil dan akses menuju kesana sangat sulit di tempu akibat infrastruktur jalan masih tanah dan bergelombang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang terstruktur guna memastikan kelancaran dan kebermanfaatan kegiatan siswa. Hasil kegiatan ini berdampak postif terhadap siswa yang dilakukan skrining dan intervensi, jumla siswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 45 siswa dan kasus gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan serumen prop (penumpukan kotoran teling) sebanyak 30 siswa dan setelahnya diberikan intervensi berupa ekstraksi kotoran telinga. Kata Kunci: skrining, deteksi kesehatan telinga
Edukasi Pengelolaan Limbah Plastik bagi Masyarakat Pesisir melalui Penyuluhan di Posyandu dan Sekolah di Kelurahan Nunukan Timur Ana Welellu; Zamli Zamli; Sudirman Sudirman
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i3.2997

Abstract

Coastal areas often face serious challenges related to environmental pollution, one of which comes from poorly managed plastic bottles used as seaweed floats. This waste not only pollutes the waters but also negatively impacts the marine ecosystem and the health of the surrounding community. This community service activity aims to increase knowledge and awareness of coastal communities, particularly housewives and elementary school students, regarding the impacts of plastic waste and the importance of environmentally friendly waste management. The outreach program was conducted over six days in Nunukan Timur Village, Nunukan Regency, targeting three integrated health posts (Posyandu) and three elementary schools. The methods used included interactive lectures, group discussions, waste sorting simulations, and the use of visual media such as posters and educational videos. The results of the activity demonstrated high participant enthusiasm, as evidenced by active participation during the outreach and discussion sessions. However, it was also found that most residents were aware of the dangers of littering but did not yet have adequate alternatives for managing plastic waste. Limited waste management facilities were a major obstacle. Nevertheless, this activity succeeded in building participant motivation to care more about the surrounding environment and begin implementing simple practices such as sorting household waste and reducing the use of single-use plastics. Thus, community-based education has proven to be an effective strategy for building environmental awareness and encouraging behavioral change. However, the sustainability of such programs requires the provision of infrastructure and local government policies that support sustainable environmental management.
KARAKTERISTIK IBU DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-23 BULAN Azaluddin Azaluddin; Arlin Adam; Zamli Zamli; Ida Leida Maria
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.47285

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah permasalah gizi kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan global. Kondisi stunting di Kabupaten Buton Tengah membutuhkan penanganan serius mengingat perannya sebagai bagian dari upaya nasional untuk menurunkan angka stunting secara menyeluruh. Tujuan: Mengetahui karakteristik ibu dan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Sampel adalah seluruh ibu balita 0 – 23 bulan yang berada di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling sebanyak 78 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisis data univariate dan Bivariat. Hasil: Kejadian stunting pada anak usia 0–23 bulan di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah memiliki pola yang berbeda bila dilihat dari karakteristik umur, pendidikan ibu dan pekerjaan orang tua. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan, Asi Ekelusif dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 di kecamatan lakudo kabupaten buton tengah dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan, Asi Ekelusif dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 0-23 di kecamatan lakudo kabupaten buton tengah. Ini berarti bahwa semakin baik pengetahuan ibu, pemberian Asi Eklusif dan kurangnya riwayat penyakit infeksi kemungkinan kejadian stunting semakin berkurang.
Kinerja Perawat Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Mega Buana Kota Palopo: Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Mega Buana Kota Palopo Wahyuddin Wahyuddin; Muh Ilyas; Sudirman Saenuddin; Zamli Zamli
An Idea Health Journal Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i01.375

Abstract

The standard of nursing care given to patients reflects good performance, which is supported by the high competence of nurses in executing their duties .This study aims to identify the factors influencing nurse performance at Mega Buana Hospital in Palopo City. “Utilizing a quantitative approach with a cross - sectional studydesign , theresearch encompassed all nurses working at Mega Buana Hospital, with a sample size of 80 nurses selected through total sampling” . Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, employing the Chi -Square Test for statistical analysis. The results of the study showed that there was a relationship between attitude and nurse performance at Mega Buana Hospital Palopo (p value = 0.012), there was a relationship between skills and nurse performance at Mega Buana Hospital Palopo (p value = 0.001), there was a relationship between compensation and nurse performance at Mega Buana Hospital Palopo (p value = 0.002), and there was a relationship between workload and nurse performance at Mega Buana Hospital Palopo (p value = 0.001).It is recommended that the hospital regularly provides training and guidance to nurses to enhance their skills in delivering nursing care services.”
APD Analisis Faktor Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Petugas Laboratorium Di Kota Palopo Tahun 2024 Paula Tevri; Muh. Ilyas; Sudirman Saenuddin; Zamli Zamli
An Idea Health Journal Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i01.377

Abstract

Laboratories are among the units most vulnerable to work-related accidents and occupational diseases. Despite this, adherence to the use of PPE (personal protective equipment ) in laboratories remains very low. This study aims to investigate the factors influencing PPE "Adherence to regulations among laboratory personnel" in Palopo City in 2024. “A quantitative research method with an observational approach was used, and chi-square statistical analysis was employed to assess the relationships”.The study population consisted of all laboratory personnel in Palopo City, including staff from two government hospitals and two private hospitals, totaling 50 respondents.Data were gathered via interviews and observations, and then analyzed with SPSS 26 for Windows.. The findings indicated no significant relationship between training and PPE compliance (p value = 0.729). “However, a significant relationship was found between PPE compliance and several factors: length of service (p~value = 0.025), facilities and infrastructure (p~value = 0.008), and institutional policies (p~value = 0.026)”. Based on these results, it is recommended to conduct training and workshops on PPE usage, increase socialization efforts regarding PPE, and provide recognition for those who adhere to PPE protocols.
The Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Perawat di Rumah Sakit Mega Buana Palopo Tahun 2024 Justiani Justiani; Muh Ilyas; Sudirman Sanuddin; Zamli Zamli
An Idea Health Journal Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i01.387

Abstract

Hospital Occupational Safety and Health (K3RS) is a very important part of the hospital. In this study, a quantitative research design with a cross-sectional research design was used. The population in this study were all nurses at Mega Buana Palopo Hospital with a target number of 88 nurses divided into several service units. The sample used in this research was 88 respondents with sampling using total sampling. Data analysis used in this research was using IBM SPSS Statistics 29. Based on the results, the research results show that the significant value of the knowledge (X1) and K3 socialization (X2) variables is smaller than the alpha value (0.00 < 0.05) so it can be interpreted as that K3 knowledge and socialization is related to the implementation of occupational safety and health (K3) among nurses at Mega Buana Palopo Hospital. Therefore, it is hoped that hospitals can further increase the knowledge of nurses in each work unit and carry out outreach regarding information and matters relating to the management process for implementing occupational safety and health (K3). This effort can be carried out by implementing tiered training for nurses and other officers regarding K3 principles, K3 risks and how to control each existing risk or danger.
PKM Gema Cermat: Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat Bagi Komunitas Zidane School Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Masyarakat Menggunakan Antibiotik Secara Rasional Nur Ahyana; Zamli Zamli
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.2.2025.908

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional, khususnya antibiotik, merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada meningkatnya resistensi antimikroba, kegagalan terapi, dan pemborosan biaya kesehatan. Data menunjukkan lebih dari 50% penggunaan obat di masyarakat tidak sesuai prinsip rasional, dan sekitar 60% penggunaan antibiotik di Indonesia dilakukan tanpa resep dokter. Kondisi ini juga ditemukan di Komunitas Zidane School Indonesia, di mana literasi kesehatan masyarakat masih rendah dan sekolah belum optimal berperan sebagai agen edukasi kesehatan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan mengubah perilaku masyarakat terkait penggunaan antibiotik secara tepat. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Agustus 2025 di Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dengan sasaran utama orang tua siswa. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan berbasis video edukatif, kampanye Gema Cermat, dan penguatan peran sekolah melalui pelatihan guru serta penyediaan modul literasi kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test, diskusi, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 47% menjadi 93%, perubahan sikap menjadi lebih berhati-hati dalam penggunaan antibiotik, serta penguatan kapasitas sekolah sebagai pusat literasi kesehatan. Program ini tidak hanya meningkatkan literasi dan perilaku kesehatan individu, tetapi juga membangun keberlanjutan melalui peran aktif sekolah dan efek multiplikasi di masyarakat. Dengan demikian, PKM Gema Cermat terbukti efektif dalam mendorong penggunaan antibiotik secara rasional, menekan risiko resistensi, dan memperkuat pemberdayaan komunitas.
Penyuluhan Bahaya Rokok Pada Remaja di Posyandu Remaja di Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat Dewi Rosmala Napitu; Zamli Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Akademik Multidisiplin Kesehatan: KABANTI
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak, mengingat usia tersebut adalah fase krusial dalam pembentukan kebiasaan jangka panjang. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi perokok usia 10–18 tahun di Indonesia terus meningkat, termasuk di wilayah Sulawesi Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap dampak negatif merokok. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab dengan melibatkan 26 remaja sebagai peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang bahaya rokok, baik bagi diri sendiri maupun orang lain (perokok pasif), serta munculnya motivasi untuk menciptakan lingkungan bebas rokok. Diskusi aktif dan partisipasi tinggi menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif berbasis komunitas. Penyuluhan ini memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku remaja yang lebih sehat dan menjadi salah satu strategi preventif dalam menurunkan angka perokok usia dini di lingkungan pedesaan. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya rokok dan mendorong terciptanya lingkungan sehat tanpa asap rokok.
Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes di Praktek Mandiri Jelni Wound Care Jelni M. Oruh; Zamli Zamli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Akademik Multidisiplin Kesehatan: KABANTI
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi serius, salah satunya ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum berpotensi menyebabkan infeksi bahkan amputasi, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien diabetes serta keluarga dalam pencegahan ulkus diabetikum. Kegiatan dilaksanakan di Praktek Mandiri Jelni Wound Care Kota Manado pada tanggal 19–25 Juli 2025 dengan metode penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pemeriksaan kadar gula darah, serta monitoring dan evaluasi setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, perawatan kaki, serta pentingnya pemeriksaan kadar gula darah secara rutin. Pemeriksaan gula darah gratis juga membantu pasien menyadari kondisi kesehatan mereka. Monitoring setelah satu minggu menunjukkan adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, khususnya dalam pengendalian gula darah dan kepatuhan pola makan. Dengan demikian, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong pencegahan komplikasi ulkus diabetikum pada pasien diabetes.