Ma'rufi
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Mega Buana Palopo

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Screening Hepatitis B Pada Ibu Hamil di Puskesmas Mala-Mala Kabupaten  Kolaka Utara Tahun 2024 nurdaya; Ma'rufi; zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 1 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v1i2.7

Abstract

Pemeriksaan Hepatitis B pada saat kehamilan harus dilakukan sedini mungkin minimal satu kali pada masa kehamilan. Pemeriksaan bisa dilakukan pada trimester pertama, kedua, dan ketiga selama masa kehamilan. Hepatitis dapat timbul pada ketiga trimester kehamilan dengan angka kejadian sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan screening hepatitis B pada ibu hamil di Puskesmas Mala-Mala Kabupaten Kolaka Utara. Jenis penelitian digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study jenis penelitian yang menekankan Observasi Variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung melakukan screening di Puskesmas Mala-Mala Kabupaten Kolaka Utara pada bulan Januari s/d Maret 2024 sebanyak 62 orang. Dalam penelitian ini sampel diambil adalah ibu hamil yang berkunjung melakukan screening di Puskesmas Mala-Mala Kabupaten Kolaka Utara pada bulan Januari s/d Maret 2024 sebanyak 38 orang dengan pengambilan sampel secara Quota Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan dengan screening hepatitis B ibu hamil didapatkan nilai p=0,011. Terdapat hubungan sikap dengan screening hepatitis B ibu hamil didapatkan nilai p=0,006. Terdapat hubungan persepsi dengan screening hepatitis B ibu hamil didapatkan nilai p=0,003. Penelitian dalan pengobatan dan pencegahan penularan dari ibu ke anak, karena sampai saat ini pengobatan yang ada belum mencapai hasil yang maksimal dan pemberian imunisasi bagi bayi yang lahir dari ibu mengidap HbsAg positip masih terbatas.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Gawat Darurat  Di Puskesmas Lasusua Kabupaten  Kolaka Utara Tahun 2024 indrayana; Ma'rufi; zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 1 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v1i2.8

Abstract

Intervensi yang diinginkan atau diterimanya sebagai pasien. Mutu pelayanan bagi pengguna jasa kesehatan berkaitan dengan ketanggapan petugas dalam memenuhi kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di instalasi gawat darurat Puskesmas Lasusua Kabupaten Kolaka Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study yaitu jenis penelitian yang menekankan pada observasi variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung di Puskesmas Lasusua Kabupaten Kolaka Utara pada bulan Maret 2024 yang berjumlah 312 orang. Pada penelitian ini sampel yang diambil sebanyak 76 pasien rawat jalan yang berkunjung di Puskesmas Lasusua Kabupaten Kolaka Utara pada bulan Maret 2024 dengan menggunakan quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Intangibility terhadap kepuasan pasien dengan nilai p=0,004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Inseparability terhadap kepuasan pasien dengan nilai p=0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Variability terhadap Kepuasan Pasien dengan nilai p = 0,021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Perishability terhadap Kepuasan Pasien dengan nilai p = 0,005. Pihak manajemen pelayanan kesehatan dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasien yang menyatakan bahwa mutu pelayanan sangat baik tetapi tidak loyal terhadap puskesmas. Informasi ini sangat berguna bagi puskesmas dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan, kepuasan pasien dan loyalitas terhadap pelayanan kesehatan
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Miswati Miswati; Ma'rufi; Zamli Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 1 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v1i2.9

Abstract

Imunisasi dasar lengkap adalah Upaya pemerintah yang dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit menular, dengan cara memasukkan vaksin yang sudah dilemahkan kedalam tubuh melalui suntikan guna memberikan perlindungan terhadap penyakit menular yang mengancam anak – anak kita. Cakupan imunisasi yang rendah dan tidak merata dapat menyebabkan timbulnya akumulasi populasi rentan yang tidak kebal terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). dengan target yang ditetapkan pemerintah yakni 90%, sedangkan cakupan untuk kabupaten kolaka utara sendiri masih dibawah target yaitu kisaran 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak di Puskesmas Katoi tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi/balita yang berjumlah 137 orang, metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cros sectional. Pengambilan sample klaster random sampling sebanyak 58 orang responden.pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Data yang sudah dikumpulkan kemudian diolah menggunakan program statistik SPSS dan dianalisis dengan uji chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap dengan nilai chi square 0,000 (< 0.05), pengetahuan ibu dengan nilai chi square 0,002, dan jarak rumah dari tempat pelayanan imunisasi dengan nilai chi square 0,036, sedangkan kepercayan (religi) dengan nilai chi square 0,092 (> 0,05) menunjukkan tidak ada hubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak di puskesmas Katoi tahun 2023.
Analisis Faktor Risiko Terhadap Kejadian Kasus Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasusua Kabupaten Kolaka Utara Salmiati Salmiati; Ma&#039;rufi; Zamli Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 1 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v1i2.10

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Penyakit Diare merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari. Diare merupakan penyakit endemis khususnya di negara berkembang seperti Indonesia selain itu penyaki ini juga merupakan penyakit yang berpotensi mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui factor risiko yang berhubungan dengan kasus kejadian Diare pada balita di wilayah Kerja puskesmas Lasusua Kabupaten Kolaka Utara tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah observasional yaitu melakukan observasi dan wawancara tanpa intervensi dengan desain penelitian Case Control. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 75 case dan 75 kontrol jadi total sampel adalah 150 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BBLR dan Status Imunisasi Campak merupakan Faktor risko kejadian diare pada Balita sedangkan Pengetahuan Ibu dan ASI Eksklusif bukan merupakan factor risiko kejadian diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lasusua Kabupaten Kolaka Utara
Analisis Dampak Tingkatan Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Terhadap Status Gizi Anak Usia Dini Di Kelurahan Sulewatang Abdul Muttalib; Ma&#039;rufi; Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v2i2.26

Abstract

Menurut data BPS (2022), jumlah penduduk miskin meningkat baik di perkotaan maupun perdesaan. Di Kelurahan Sulewatang, tahun 2023 terdapat 62 KPM PKH dengan anak usia dini, serta ditemukan kasus gizi buruk pada balita: stunting 58 anak, wasting 5 anak, dan underweight 34 anak.Tujuan Penelitian Menganalisis pengetahuan KPM PKH tentang status gizi dan pemanfaatan bansos, kecakapan pendamping PKH, serta intervensi petugas gizi di Puskesmas Massenga.Metode Penelitian Deskriptif kualitatif dengan 10 informan KPM PKH (4 balita gizi baik, 6 balita gizi kurang), 1 pendamping PKH, dan 1 petugas gizi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan alat rekam, kamera, dan pedoman wawancara. Hasil Penelitianebagian besar KPM PKH memahami status gizi dan pemanfaatan program berkat sosialisasi pendamping PKH dan petugas gizi melalui P2K2 dan posyandu. Intervensi gizi seperti verifikasi, pemberian suplemen, dan PMT lokal terlaksana dengan baik.Kesimpulan & SaranKPM PKH perlu rutin mengikuti posyandu dan sosialisasi gizi serta menjaga komitmen agar dapat mencegah dan menekan kasus gizi buruk dan gizi kurang pada balita.
Analisis Faktor Rendahnya Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Senam Lansia Di Desa Bilante Kecamatan LarompongKabupaten Luwu Hasriwandi; Ma&#039;rufi; Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v2i2.27

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada tingginya angka kesakitan sehingga perlu adanya upaya peningkatan kualitas hidup, salah satunya melalui kegiatan senam lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keaktifan lansia dalam mengikuti senam lansia di Desa Bilante, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 74 responden lansia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aksesibilitas dengan keaktifan lansia (p=0,509). Namun, terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan lansia (p=0,000) serta antara dukungan keluarga dengan keaktifan lansia (p=0,000). Kesimpulannya, dukungan keluarga dan pengetahuan berperan penting terhadap keaktifan lansia mengikuti senam, sedangkan aksesibilitas tidak berpengaruh signifikan. Disarankan adanya peningkatan peran keluarga dan edukasi kesehatan bagi lansia agar derajat kesehatan dan kualitas hidup mereka tetap optimal.  
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Akses Informasi Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Laki-Laki  SMP Negeri Satap Salusimbuang miswati; Ma&#039;rufi; Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v2i2.28

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap pengaruh negatif, salah satunya adalah kebiasaan merokok. Faktor penting yang memengaruhi perilaku merokok remaja antara lain pola asuh orang tua dan akses terhadap informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh serta akses informasi dengan perilaku merokok pada siswa laki-laki SMP Negeri Satap Salusimbuang. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup variabel pola asuh, akses informasi, dan perilaku merokok. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05) serta perhitungan rasio prevalens (RP). Hasil penelitian menunjukkan 29 siswa (50,8%) memperoleh pola asuh demokratis, 17 siswa (29,8%) permisif, dan 11 siswa (19,2%) otoriter. Sebanyak 30 siswa (52,6%) tidak merokok dalam dua bulan terakhir, sedangkan 27 siswa (47,3%) melaporkan pernah merokok. Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh permisif dengan perilaku merokok (RP = 2,81), pola asuh otoriter dengan perilaku merokok (RP = 1,78), dan pola asuh demokratis dengan perilaku tidak merokok (RP = 0,19). Selain itu, akses informasi tentang bahaya rokok terbukti berperan dalam menekan perilaku merokok. Disimpulkan bahwa pola asuh orang tua dan akses informasi memiliki hubungan bermakna dengan perilaku merokok remaja. Pola asuh demokratis menjadi faktor pelindung, sedangkan pola asuh permisif dan otoriter meningkatkan kecenderungan merokok.
Analisis Faktor yang Berhubungan Antara Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 1 Sendana Kabupaten Majene Al Munawarah Fattah; Ma&#039;rufi; Zamli
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v2i3.32

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu di antara dua masa rentangan kehidupan individu, di mana terjadi perubahan fisik yang sangat besar yaitu pematangan organ dan fungsi reproduksi. Berkenaan dengan perubahan tersebut remaja juga mulai merasakan adanya dorongan untuk berbuat sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya serta menunjukkan perilaku terhadap yang berpengaruh pada kesehatan reproduksi mereka. Akibatnya remaja mulai coba-coba dalam hal yang belum mereka sebelumnya. Jenis penelitian adalah dengan pendekatan cross sectional dan dengan membagikan lembara kuesioner pada siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa anak MIPA di SMA Negeri 1 Sendana dengan jumlah total sampel yaitu 60 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data primer di peroleh dengan menyebarkan kuesioner ke pada siswa. Analisis data di lakukan secara univariat dan analisis bivariat (menggunakan uji chi-square dengan (α=0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan sikap yang hasilnya (p = 0,032) dan tidak ada hubungan antara sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi dengan hasil yaitu (p = 0,054). Berdasarkan hasil penelitian, saran yang di ajukan bagi sekolah membentuk sebuah wadah pelayanan bimbingan dan konsultasi tentang kesehatan reproduksi dan melakukan pembinaan terhadap siswa melalui penyuluhan dan seminar tentang kesehatan reproduksi. Bagi siswa di harapkan dapat menghindari perilaku yang berdampak negatif pada kesehatan reproduksi agar tidak terjadi hal yang mengecewakan baik bagi keluarga, sekolah maupun masyarakat.