Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Collaborative Social Work Practices in Multi-Service Female Juvenile Rehabilitation: A Case Study of ATENSI Implementation in Indonesia Bambang Rustanto; Tuti Kartika; Ayi Haryani; Dwi Yuliani; Susilawati Susilawati; Nisa Almalia Nurfauziah
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 06 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i06.2868

Abstract

This study investigates collaborative social work practices in the context of female juvenile rehabilitation in Indonesia, focusing on the operationalization of the ATENSI (Social Rehabilitation Assistance) framework. Triggered by the increasing vulnerability of adolescent girls, the research explores how integrated, multi-stakeholder, and trauma-informed approaches can enhance institutional care. While ATENSI offers a policy-level shift toward inclusive and holistic service delivery, its implementation in gender-specific settings remains underexplored. Using a mixed-methods sequential explanatory design, the study combines survey data from 75 social workers with qualitative insights from interviews, focus group discussions, and field observations at two major rehabilitation centers. Findings reveal strong internal collaboration, particularly between social workers and psychologists, but limited integration of vocational trainers and external stakeholders, such as NGOs and local governments. Barriers include digital inequities, absence of trauma-informed SOPs, role ambiguity, and sociocultural taboos related to female trauma. The study contributes both empirical and conceptual advancements to global social work discourse. Empirically, it maps gender-responsive collaboration dynamics in a rarely studied Global South context. Conceptually, it introduces the ATENSI Gender-Responsive Collaborative Framework—an integrative model synthesizing collaborative governance, networked social work, and trauma-informed gender-sensitive practice. This research addresses a critical knowledge gap by offering a scalable, context-adaptive model for institutional rehabilitation systems dealing with compounded vulnerabilities in adolescent girls. Its findings are relevant for international audiences seeking to strengthen collaborative practices in gender-responsive care, particularly in resource-constrained settings.
Strategi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi dalam Menavigasi Dinamika Kehidupan Sosial-Ekonomi di Kota Bandung: Sebuah Studi Realitas Sosial Aryohaji Istyawan; Dwi Yuliani; Ayi Haryani
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 24 No 2 (2025): PEKSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v24i2`.1689

Abstract

Perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) merupakan kelompok masyarakat rentan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya sosial dan ekonomi di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang terus berubah. Dalam konteks Kota Bandung, meskipun tingkat kemiskinan menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir, belum seluruh lapisan masyarakat merasakan hasil pembangunan secara merata. Kondisi ini menuntut kelompok PRSE untuk mengembangkan strategi adaptif dalam mempertahankan kesejahteraan keluarga sekaligus menavigasi berbagai ketidakpastian sosial dan ekonomi yang muncul di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosial yang dikembangkan oleh perempuan rawan sosial ekonomi dalam menavigasi dinamika kehidupan sosial-ekonomi melalui pendekatan realitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan perempuan PRSE yang dipilih secara purposive di Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke melalui tahapan transkripsi, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi tematik untuk mengungkap makna dari pengalaman sosial informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PRSE mengembangkan tiga strategi utama, yaitu: (1) membangun jaringan dan relasi sosial sebagai sumber dukungan material dan emosional; (2) menciptakan hubungan harmonis dengan keluarga serta lingkungan sekitar sebagai bentuk ketahanan sosial; serta (3) memanfaatkan akses terhadap program perlindungan sosial seperti bantuan pangan non tunai, layanan kesehatan, dan pendidikan sebagai penopang ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi sosial yang dijalankan PRSE berakar pada kekuatan relasi sosial, solidaritas komunitas, dan nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat perkotaan, yang secara kolektif membentuk ketahanan sosialekonomi perempuan di tengah ketimpangan sosial.