Risiko investasi merupakan aspek penting yang perlu dikelola oleh perusahaan perbankan untuk menjaga stabilitas kinerja, ketahanan operasional, dan kepercayaan investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk investasi, tingkat risiko, serta pengendalian risiko pada PT Bank Central Asia Tbk selama periode 2023–2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan PT Bank Central Asia Tbk, laporan keuangan Bursa Efek Indonesia, publikasi Otoritas Jasa Keuangan, data harga penutupan dan return saham, serta literatur ilmiah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Analisis mencakup identifikasi bentuk investasi, pemetaan risiko kredit, pasar, likuiditas, permodalan, operasional, dan teknologi informasi, pengukuran kondisi risiko berdasarkan perkembangan harga saham dan indikator keuangan, serta evaluasi strategi pengendalian perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa portofolio investasi BCA cukup beragam dan ditopang oleh kualitas aset, likuiditas, permodalan, profitabilitas, serta efisiensi operasional yang relatif kuat. Risiko pasar meningkat pada 2025 karena tekanan ekonomi global dan volatilitas pasar modal, tetapi secara keseluruhan tingkat risiko investasi masih terkendali. Penerapan Good Corporate Governance, Three Lines of Defense, manajemen aset dan liabilitas, diversifikasi portofolio, pengendalian internal, serta penguatan keamanan teknologi informasi berperan penting dalam mempertahankan stabilitas perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pengendalian keuangan dan nonkeuangan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kinerja dan kepercayaan investor.