Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Strategi Peningkatan Daya Saing UMKM Kue Balok Boga Rasa Melalui SWOT dan QSPM Sofi Esha Putri; Alia Angginie; Nenden Nur Asiah Jamil; Herwati Fuji Lestari; Febrianti Enjelina Dewi; Ridlwan Muttaqin
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2169

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Kue Balok Boga Rasa dalam menyusun strategi peningkatan daya saing melalui pendekatan analisis SWOT dan Matriks QSPM. UMKM Kue Balok Boga Rasa merupakan salah satu pelaku usaha oleh-oleh khas Bandung yang membutuhkan pendampingan strategis agar mampu menghadapi dinamika persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendampingan langsung berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta penyusunan analisis strategis. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Kue Balok Boga Rasa memiliki kekuatan pada kualitas produk premium, variasi rasa lebih dari 20 varian, dan citra sebagai oleh-oleh khas Bandung. Nilai Matriks IFE sebesar 3,04 dan Matriks EFE sebesar 3,00 mengindikasikan kondisi internal dan eksternal yang kuat. Berdasarkan Matriks IE, usaha berada pada posisi pertumbuhan intensif. Melalui analisis QSPM, strategi penetrasi pasar direkomendasikan sebagai prioritas utama dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,47. Pendampingan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang siap diterapkan untuk memperluas pangsa pasar, mengoptimalkan pemasaran digital, dan memperkuat branding sebagai oleh-oleh khas Bandung.
Pengaruh Content Marketing dan Influencer terhadap Keputusan Pembelian Sunscreen Facetology pada Tiktok Cahya Erika Dwi Nurraini Puteri; Tiesha Lestari Anggraeni; Ayu Lestari; Sofi Esha Putri; Alia Angginie; Erna Herlinawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11577

Abstract

Pesatnya pertumbuhan TikTok Shop sebagai platform social commerce telah mengubah perilaku belanja konsumen Indonesia, di mana kategori perawatan kulit dan kecantikan menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan transaksi paling signifikan. Facetology, sebagai salah satu brand lokal sunscreen, memanfaatkan content marketing dan kerja sama dengan influencer untuk mendorong keputusan pembelian produk Sunscreen. Namun demikian, efektivitas kedua strategi tersebut belum konsisten dibuktikan oleh penelitian terdahulu, sehingga menimbulkan kesenjangan hasil penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh content marketing dan influencer terhadap keputusan pembelian sunscreen Facetology di TikTok Shop, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Sampel ditentukan melalui purposive sampling terhadap 54 responden pengguna TikTok yang pernah membeli produk Facetology, dengan instrumen kuesioner berskala Likert yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Seluruh item instrumen dinyatakan valid dan reliabel, serta model regresi telah memenuhi uji asumsi klasik meliputi normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas. Hasil analisis menunjukkan persamaan regresi Y = -0,198 + 0,722X1 + 0,506X2. Content marketing terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 2,405; sig = 0,020), sedangkan influencer berpengaruh positif namun tidak signifikan (t = 1,950; sig = 0,057). Secara simultan, content marketing dan influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (F = 25,986; sig = 0,000), dengan koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,485 atau 48,5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsistensi dan relevansi konten pemasaran lebih dominan membentuk keputusan pembelian dibandingkan kredibilitas influencer semata, sehingga menjadi masukan strategis bagi Facetology dalam mengoptimalkan komunikasi pemasaran digital di TikTok Shop.
Analisis Risiko Investasi dan Pengendalian Risiko PT Bank Central Asia Tbk 2023–2025 Alia Angginie; Sofi Esha Putri; Shilvira Osaesa Yoallanda; Livia Salsabilla; Mutia Fatimah; Febrianti Enjelina Dewi; Aqilah Nasywa Indraputri; Palupi Permata Rahmi; Eko Djoko Prabowo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11875

Abstract

Risiko investasi merupakan aspek penting yang perlu dikelola oleh perusahaan perbankan untuk menjaga stabilitas kinerja, ketahanan operasional, dan kepercayaan investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk investasi, tingkat risiko, serta pengendalian risiko pada PT Bank Central Asia Tbk selama periode 2023–2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan PT Bank Central Asia Tbk, laporan keuangan Bursa Efek Indonesia, publikasi Otoritas Jasa Keuangan, data harga penutupan dan return saham, serta literatur ilmiah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Analisis mencakup identifikasi bentuk investasi, pemetaan risiko kredit, pasar, likuiditas, permodalan, operasional, dan teknologi informasi, pengukuran kondisi risiko berdasarkan perkembangan harga saham dan indikator keuangan, serta evaluasi strategi pengendalian perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa portofolio investasi BCA cukup beragam dan ditopang oleh kualitas aset, likuiditas, permodalan, profitabilitas, serta efisiensi operasional yang relatif kuat. Risiko pasar meningkat pada 2025 karena tekanan ekonomi global dan volatilitas pasar modal, tetapi secara keseluruhan tingkat risiko investasi masih terkendali. Penerapan Good Corporate Governance, Three Lines of Defense, manajemen aset dan liabilitas, diversifikasi portofolio, pengendalian internal, serta penguatan keamanan teknologi informasi berperan penting dalam mempertahankan stabilitas perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pengendalian keuangan dan nonkeuangan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kinerja dan kepercayaan investor.