Rini Dewi Andriani
Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP PENINGKATAN KECERDASAN MAJEMUK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMK PAB 2 HELVETIA Rama Pratiwi; Parianto Parianto; Rini Dewi Andriani
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.169-177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan kecerdasan majemuk siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK PAB 2 Helvetia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui pola pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model CTL dan kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan majemuk, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji prasyarat, uji independent sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CTL berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kecerdasan majemuk siswa. Siswa pada kelas eksperimen memperoleh peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang ditunjukkan oleh perbedaan skor posttest dan nilai N-Gain yang lebih baik. Pembelajaran berbasis kontekstual mendorong siswa menghubungkan materi Pendidikan Agama Islam dengan pengalaman kehidupan nyata sehingga meningkatkan keterlibatan belajar, kemampuan berpikir kritis, kecerdasan interpersonal, intrapersonal, linguistik, serta kecerdasan spiritual. Temuan penelitian ini menguatkan bahwa model CTL merupakan alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan potensi peserta didik secara holistik serta mendukung implementasi pembelajaran yang berpusat pada siswa dalam Pendidikan Agama Islam
PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN FIQIH: STUDI PADA SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 3 LABUHAN BATU Ina Rahmadani Ritonga; Rini Dewi Andriani; Sumiati Sumiati
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Penilaian autentik dalam pembelajaran Fiqih belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari masih dominannya penggunaan tes tertulis sebagai bentuk evaluasi pembelajaran, sementara instrumen penilaian autentik seperti rubrik kinerja, portofolio, maupun penilaian proyek masih jarang digunakan. Selain itu, keterlibatan siswa dalam praktik ibadah, seperti wudhu dan salat, masih terbatas sehingga pemahaman siswa cenderung bersifat teoretis dan kurang aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui pelaksanaan penilaian autentik dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Fiqih pada kelas VIII MTs Negeri 3 Labuhanbatu; (b) mengetahui faktor-faktor kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi Fiqih di kelas VIII MTs Negeri 3 Labuhanbatu; dan (c) mengetahui solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi Fiqih di kelas VIII MTs Negeri 3 Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian kualitatif memiliki karakteristik antara lain: sumber data berasal dari situasi alami, peneliti berperan sebagai instrumen kunci, data bersifat deskriptif, lebih menekankan pada makna proses daripada hasil, analisis data dilakukan secara induktif, serta menempatkan makna sebagai fokus utama dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran Fiqih pada siswa kelas VIII MTs Negeri 3 Labuhanbatu telah diterapkan secara menyeluruh dengan menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Penilaian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap tingkat pemahaman siswa serta mendorong siswa untuk tidak hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Fiqih dalam kehidupan sehari-hari
Implementasi Pembelajaran Inklusif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SLB Taman Pendidikan Islam Medan Amplas Riki Rifaldo; Rini Dewi Andriani; Sumiati Sumiati
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran inklusif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SLB Taman Pendidikan Islam Medan Amplas. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan inklusif sebagai upaya pemenuhan hak belajar yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus, sesuai dengan prinsip keadilan, kesetaraan, dan nilai-nilai Islam. Fokus penelitian mencakup strategi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran inklusif, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru PAI, siswa reguler dan berkebutuhan khusus, serta kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran inklusif dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis diferensiasi. Guru menerapkan strategi pembelajaran individual, pengelompokan fleksibel, penggunaan media visual, audio, dan kinestetik, serta penilaian autentik berbasis proses dan portofolio. Faktor pendukung meliputi dukungan kebijakan sekolah, kesiapan guru, sarana-prasarana, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan waktu, rasio guru-siswa, perbedaan kemampuan siswa, dan keterbatasan media khusus. Implementasi pembelajaran inklusif terbukti meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran inklusif pada mata pelajaran PAI efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa secara holistik dan mendukung terwujudnya pendidikan Islam yang adil dan ramah bagi semua peserta didik. This study aims to describe the implementation of inclusive learning in improving students’ learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) at SLB Taman Pendidikan Islam Medan Amplas. The study is motivated by the importance of inclusive education as an effort to provide equal learning rights for all students, including those with special needs, in accordance with the principles of justice, equality, and Islamic values. The focus of the study includes teachers’ strategies in designing and implementing inclusive learning, supporting and inhibiting factors, and its impact on students’ learning outcomes. This study employed a descriptive qualitative approach involving Islamic Religious Education teachers, regular students, students with special needs, and the school principal as research subjects. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of inclusive learning was carried out through three stages: planning, implementation, and evaluation based on differentiated instruction. Teachers applied individualized learning strategies, flexible grouping, various learning media such as visual, audio, and kinesthetic media, and authentic assessment emphasizing processes and portfolios. Supporting factors included school policy support, teacher readiness, adequate facilities and infrastructure, and parental support, while inhibiting factors included limited time, imbalance in teacher-student ratio, differences in students’ abilities, and limited special learning media. The implementation of inclusive learning significantly improved students’ cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes. This study concludes that inclusive learning in Islamic Religious Education is effective in improving students’ holistic learning outcomes and supports the realization of fair and inclusive Islamic education for all learners.