Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Model Predictive Control (MPC) pada sistem HVAC Skala Kecil untuk Optimasi Kinerja Termal dan Efisiensi Energi Fadilah Fadilah; Zulkiffli Saleh; Hafiidh Muzaki; Asri Indah Lestari; Yosi Apriani; Siti Sailah
Jurnal Surya Energy Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v10i2.1691

Abstract

Sistem Heating, Ventilation, dan Air Conditioning (HVAC) merupakan salah satu penyumbang konsumsi energi terbesar pada bangunan, sehingga diperlukan strategi kendali yang tidak hanya mampu menjaga kenyamanan termal tetapi juga meningkatkan efisiensi energi. Metode kendali konvensional PID memiliki keterbatasan dalam menangani kendala system dan perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji implementasi Model Predictive Control (MPC) pada subsistem Air Conditioner (AC) pada HVAC skala kecil untuk mengoptimalkan kinerja termal dan konsumsi energi. Sistem HVAC dimodelkan sebagai sistem termal satu zona menggunakan pendekatan lumped parameter dan direpresentasikan dalam bentuk model state-space diskrit. MPC dirancang dengan fungsi objektif yang meminimalkan kesalahan pelacakan suhu terhadap setpoint dan perubahan daya pendinginan dengan memeprtimbangkan kendala operasional system. Pengujian dilakukan melalui simulasi menggunakan MATLAB dengan skenario pelacakan setpoint suhu dan gangguan lingkungan. Kinerja MPC dibandingkan dengan kendali PID konvensional berdasarkan respon suhu dan konsumsi energi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa MPC mampu menghasilkan respons suhu yang stabil dengan konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan kendali PID. Secara kuantitatif, MPC membutuhkan energi sekitas 56,6 Wh, lebih rendah dibanding PID sebesar 58,5 Wh. Meskipun demikian, MPC memiliki waktu tunak yang sedikit lebih lama, yaitu sekitar 8 menit, dibandingkan dengan 6 menit pada kendali PID. Selain itu, MPC menghasilkan aksi kendali yang lebih halus, yang terlihat dari perubahan daya pendinginan yang lebih terkendali. Hasil ini menunjukkan bahwa MPC efektif sebagai alternatif kendali untuk meningkatkan kenyamanan termal dan efisiensi energi pada system HVAC skala kecil.
Analisis kinerja sistem pembangkit listrik tenaga surya pada prototipe robot pengangkut sampah perairan Rizki Nugraha; Yosi Apriani; Fadila Fadila; Wiwin Armoldo Oktaviani Anwar; Zulkiffli Saleh
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.130

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu solusi strategis dalam mendukung teknologi ramah lingkungan, khususnya untuk penanganan permasalahan sampah di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diterapkan pada prototipe robot pengangkut sampah perairan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuantitatif, dengan melakukan pengukuran langsung terhadap parameter kelistrikan sistem, meliputi tegangan, arus, dan daya keluaran panel surya, serta kinerja sistem pengisian baterai. Sistem PLTS terdiri atas panel surya polikristalin berkapasitas 10 Wp, solar charge controller tipe PWM, dan baterai VRLA 12 V sebagai penyimpan energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kebutuhan daya total robot sebesar 27,82 W, dengan arus operasi sekitar 2,28 A pada tegangan baterai 12,2 V, sehingga robot mampu beroperasi selama ±1 jam per siklus kerja. Panel surya menghasilkan daya maksimum sebesar 7,70 W pada kondisi cuaca cerah sekitar pukul 11.00 WIB, sedangkan solar charge controller mampu menjaga kestabilan tegangan pengisian pada 14,4 V dengan daya keluaran maksimum mencapai 20,73 W. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu mendukung operasional prototipe robot melalui mekanisme pengisian baterai, namun kapasitas panel surya masih memiliki keterbatasan untuk suplai daya langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem PLTS yang lebih optimal pada aplikasi robot lingkungan perairan. The utilization of renewable energy represents a strategic solution to support environmentally friendly technologies, particularly in addressing waste problems in aquatic environments. This study aims to analyze the performance of a Solar Power Generation System (SPGS) applied to a prototype of an aquatic waste-collecting robot. A quantitative experimental method was employed by conducting direct measurements of the system’s electrical parameters, including voltage, current, and power output of the solar panel, as well as the performance of the battery charging system. The SPGS consists of a 10 Wp polycrystalline solar panel, a PWM-type solar charge controller, and a 12 V VRLA battery as the energy storage unit. The experimental results indicate that the robot requires a total power of 27.82 W, with an operating current of approximately 2.28 A at a battery voltage of 12.2 V, enabling the robot to operate for approximately 1 hour per working cycle. The solar panel produced a maximum power output of 7.70 W under clear weather conditions at around 11:00 a.m., while the solar charge controller successfully maintained a stable charging voltage of 14.4 V with a maximum output power of 20.73 W. The performance analysis shows that the SPGS is capable of supporting the robot’s operation through battery charging; however, the solar panel capacity remains insufficient for direct power supply. This study provides a foundation for further optimization of solar power systems in aquatic environmental robotics applications.
Analisis kelayakan teknis dan ekonomi PLTS off-grid 480 Wp untuk sistem pompa aksial pada tambak udang Rifki Ramadani; Yosi Apriani; Asri Indah Lestari; Wiwin A. Oktaviani; Taufik Barlian
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.202

Abstract

Krisis energi dan tingginya ketergantungan terhadap generator set (genset) diesel pada sektor budi daya tambak udang telah mendorong urgensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja teknis dan kelayakan ekonomi dari implementasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 480 Wp guna memenuhi kebutuhan energi pompa aksial di Desa Bumi Dipasena Sentosa, Provinsi Lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pemodelan dan simulasi komputasi dengan perangkat lunak HOMER Pro. Parameter simulasi didasarkan pada data radiasi matahari, temperatur lingkungan presisi, serta profil beban harian operasional sebesar 1,6 kWh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu memproduksi energi sebesar 678 kWh/tahun dengan capacity factor sebesar 16,1% dan fraksi energi terbarukan (renewable fraction) mencapai 100%. Selain itu, simulasi mengonfirmasi ketiadaan beban yang tidak terpenuhi (unmet load) maupun kekurangan kapasitas (capacity shortage). Dari aspek ekonomi, nilai Levelized Cost of Energy (LCOE) tercatat sebesar Rp274/kWh, yang mengindikasikan bahwa sistem ini sangat ekonomis dan kompetitif jika dikomparasikan dengan sumber energi fosil konvensional. Analisis struktur biaya juga mengungkapkan bahwa komponen baterai merupakan penyumbang proporsi terbesar, yakni mencapai 77,15% dari total biaya sistem. Secara keseluruhan, perancangan sistem PLTS off-grid 480 Wp ini dinyatakan sangat layak baik secara teknis maupun ekonomis, serta berpotensi menjadi solusi energi bersih yang andal untuk mendukung keberlanjutan operasional tambak udang di kawasan terpencil.   The energy crisis and the high dependency on diesel generator sets within the shrimp farming sector have driven the urgency of utilizing renewable energy as a sustainable solution. This study aims to evaluate the technical performance and economic feasibility of implementing a 480 Wp off-grid Solar Power Plant (PLTS) system to meet the energy demands of an axial pump in Bumi Dipasena Sentosa Village, Lampung Province. The research methodology employs a quantitative approach through computational modeling and simulation using the HOMER Pro software. The simulation parameters consider solar radiation data, ambient temperature, and a daily operational load profile of 1.6 kWh. The simulation results reveal that the system is capable of generating 678 kWh/year of energy with a capacity factor of 16.1% and a renewable energy fraction reaching 100%. Furthermore, the simulation confirms the absence of both unmet load and capacity shortage. From an economic perspective, the Levelized Cost of Energy (LCOE) is recorded at Rp274/kWh, indicating that the system is highly economical and competitive compared to conventional fossil energy sources. Cost structure analysis also highlights that the battery component constitutes the largest proportion, accounting for 77.15% of the total system cost. Overall, the design of the 480 Wp off-grid solar power system is proven to be highly feasible, both technically and economically, establishing it as a reliable clean energy solution to support the sustainability of shrimp farming operations in remote areas.
Implementasi Konservasi Energi Listrik dengan Teknologi Panel Surya Berbasis Internet of Things di SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang Wiwin A. Oktaviani; Muhammad Abu Bakar Sidik; Yosi Apriani; Asri Indah Lestari; Fadilah; Syarifa Fitria; Noer Fadzri Perdana Dinata
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v9i2.8431

Abstract

Penggunaan energi fosil yang semakin terbatas mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi alternatif, salah satunya energi surya. Panel surya berbasis Internet of Things (IoT) memungkinkan pemantauan intensitas cahaya matahari dan status pengisian baterai, sehingga pemanfaatan energi dapat dioptimalkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/siswi SMP mengenai konservasi energi listrik dengan teknologi panel surya berbasis IoT. Kegiatan PkM dilakukan di SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang dengan metode edukasi, demonstrasi, serta pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa/siswi. Konservasi energi dikenalkan kepada siswa/siswi SMP karena pada usia ini mereka berada dalam tahap perkembangan kognitif dan sosial yang tepat untuk memahami konsep energi serta menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan meningkatnya pemahaman konservasi energi di kalangan siswa/siswi SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang akan meningkatkan pula kesadaran pentingnya energi terbarukan untuk masa depan yang bekelanjutan, menerapkan gaya hidup hemat energi, tertarik untuk belajar lebih dalam tentang teknologi energi terbarukan dan bisa menciptakan inovasi berbasis IoT. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa/siswi setelah mengikuti kegiatan PkM ini, yang dibuktikan dengan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Dengan demikian, penerapan teknologi panel surya berbasis IoT terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran akan konservasi energi listrik yaitu memahami konsep energi serta menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.