Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Akselerasi Kompetensi Guru Dalam Pengembangan Soal Digital Berbasis Google Workspace: Pelatihan Di SD Negeri Batangkaluku Fandi Ahmad; Muhammad Nur Alam; Dewiyanti Fadly; Elfira Jumrah; Vika Puji Cahyani
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.6125

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengakselerasi kompetensi guru-guru di SDN Batangkaluku dalam pengembangan soal digital berbasis Google Workspace, khususnya menggunakan Google Formulir. Permasalahan utama mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk efisiensi dan efektivitas proses pengembangan soal dan asesmen, yang saat ini masih banyak dilakukan secara manual. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan (workshop) virtual yang diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting pada hari Sabtu, 21 April 2024. Pelatihan ini mencakup penyampaian materi teoretis mengenai Google Formulir dan manfaatnya dalam pendidikan, dilanjutkan dengan sesi praktik langsung (hands-on) langkah demi langkah dalam pembuatan berbagai tipe soal digital, pengaturan kunci jawaban, dan publikasi. Sebanyak [Jumlah] guru dari SDN Batangkaluku berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan praktik peserta yang signifikan dalam menggunakan Google Formulir untuk pembuatan soal. Tingkat partisipasi dan antusiasme peserta juga sangat tinggi, serta kualitas materi dan relevansinya dinilai sangat baik oleh peserta. Secara umum, kegiatan ini dinilai sangat berhasil dalam mencapai tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan soal digital. Implikasi dari kegiatan ini adalah adanya potensi perubahan praktik penilaian di SDN Batangkaluku menuju arah digital yang lebih efisien dan efektif. Namun, untuk memastikan keberlanjutan implementasi, diperlukan pendampingan lanjutan dan dukungan infrastruktur TIK yang memadai. Kegiatan PKM ini memberikan kontribusi nyata dalam mempersiapkan guru menghadapi tuntutan digitalisasi pendidikan.
Inovasi Produk Arang Briket Dan Selulosa Dari Limbah Serbuk Kaya Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal Kelompok Pengrajin Kayu Di Kabupaten Bulukumba rini perdana; Fibri Indira Listanty; Elvira Jumrah; Muhammad Nur Alam
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6903

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan limbah serbuk kayu yang dihasilkan oleh pengrajin kayu yang tegabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Adrian di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas pengrajin dalam mengolah limbah serbuk kayu melalui pelatihan teknis, pendampingan produksi, serta penguatan manajemen usaha. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, sosialisasi, pelatihan teori dan praktik, pendampingan produksi berulang, serta monitoring dan evaluasi dengan instrumen pre-test, post-test, observasi, dan angket kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhdapa pengetahuan dan keterampilan teknis peserta, terbukti dari peningkatan hasil pre-test dengan nilai rata-rata 40 menjadi 89 pada hasil post-test. Selain itu, keberhasilan memproduksi arang briket dengan nilai kalor tinggi dan selulosa dengan kualitas lebih baik. Angket kepuasan peserta menunjukkan rata-rata kategori sangat puas. Dengan demikian, program pengabdian ini berhasil memberikan dampak ganda, yaitu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi lokal berbasis inovasi dan keberlanjutan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 8, 12, dan 13. Kata kunci: briket, arang, serbuk kayu, selulosa, bulukumba
Pemberdayaan Karang Taruna dan Ibu PKK Melalui Inovasi Produk Briket dari Tempurung Kelapa di Desa Pataro Kab. Bulukumba Netti Herawati; Muhammad Nur Alam; Muhammad Syahrir; Muhammad Rakib; Rini Perdana
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7331

Abstract

Desa Pataro, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam produksi kelapa. Namun, limbah tempurung kelapa belum dimanfaatkan secara optimal dan seringkali hanya menjadi bahan buangan. Tempurung kelapa sesungguhnya memiliki nilai ekonomis tinggi apabila diolah menjadi produk inovatif, salah satunya briket arang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna dan Ibu PKK Desa Pataro melalui transfer pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tempurung kelapa menjadi produk briket arang yang bernilai jual dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan briket, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami teknik pembuatan briket secara utuh. Produk briket yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, ditandai oleh bentuk yang homogen, kekerasan yang memadai, serta daya bakar tinggi dengan asap minimal. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas Karang Taruna dan Ibu PKK Desa Pataro dalam menghasilkan produk briket arang berbasis limbah tempurung kelapa. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan limbah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Keberlanjutan program sangat memungkinkan dengan dukungan kolaborasi masyarakat, sehingga briket arang berpotensi menjadi salah satu produk unggulan desa di masa mendatang.