Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Al-Qur'an Pada Anak Usia 5-13 Tahun di Wilayah Pesisir Melalui Program Kampung Binaan Lazismu Kota Palopo Uswatun Hasanah Junaid; Marhani Marhani; Muh. Akbar; Meisya Saputri; Muh. Fadli
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/tgbw2294

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kampung “Sang Surya” Binaan Lazismu Palopo berlokasi di Lorong Walet Kelurahan Pontap, Wara Timur, Kota Palopo. Kegiatan ini dilakukan untuk menggiatkan semangat belajar Al Qur’an melalui literasi. Sebelum menerapkan kegiatan ini, terlebih dahulu yang dibentuk adalah Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) beserta pengajarnya karena mengingat di lokasi binaan belum ada TPA. Metode yang diterapkan adalah metode iqro’ dan talaqqi. Kedua metode ini digunakan karena dianggap mempermudah pencapaian tujuan program pembinaan, selain itu membuat suasana pengajaran menjadi lebih interaktif, intensif dan terarah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap literasi Al-Qur’an santri, yang mencakup kemampuan membaca Iqra’, hafalan Juz 30, pembinaan akhlaqul karimah, serta penguatan pengetahuan keagamaan. Selain itu, program pembinaan ini turut mendorong terbentuknya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di masjid binaan sebagai sarana pembelajaran yang berkelanjutan. Keberadaan TPA tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan program, sehingga setelah pelaksanaan kegiatan selama tiga bulan berakhir, pengelola masjid dapat melanjutkan dan mengembangkan pembinaan literasi Al-Qur’an secara mandiri dan konsisten. Kesimpulan: tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi Al Qur’an bagi anak tergolong tinggi, kegiatan ini mendapat respon positif dari warga setempat, penerapan model pembelajaran klasikal dan kelompok yang didukung dengan metode pembelajaran variatif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi Al Qur’an santri binaan. Pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan partisipatif berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan program.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN MODEL MICAR PADA MATA KULIAH AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN UNTUK PENGUATAN KARAKTER PEDULI SOSIAL MAHASISWA Amriani Amriani; Amril; Lalu Sugiar; Uswatun Hasanah Junaid; Abdul Kadir; Andi Achmad Syam; Samsinar
Kelola: Journal of Islamic Education Management Vol. 11 No. 1 (2026): Kelola: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kelola.v11i1.11882

Abstract

Karakter peduli sosial merupakan salah satu nilai penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan tinggi, khususnya melalui mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Namun, pembelajaran AIK masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian sosial secara efektif ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Model MICAR (Motivation, Collaboration, Interaction Attention, and Reflection) dalam pembelajaran AIK untuk memperkuat karakter peduli sosial mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di LPPAIK Universitas Muhammadiyah Bandung. Informan penelitian terdiri atas tiga dosen AIK dan lima mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran AIK telah memuat nilai-nilai kepedulian sosial, namun implementasinya masih didominasi oleh pendekatan kognitif sehingga belum optimal dalam membentuk perilaku sosial mahasiswa. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa mahasiswa memerlukan pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi sosial, memperkuat kolaborasi, mengembangkan interaksi dan perhatian terhadap persoalan sosial, serta memfasilitasi refleksi pengalaman belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa Model MICAR memiliki relevansi dan potensi untuk dikembangkan sebagai model pembelajaran AIK yang berorientasi pada penguatan karakter peduli sosial mahasiswa melalui integrasi aspek Motivation, Collaboration, Interaction Attention, dan Reflection. Kata kunci: Model MICAR, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, karakter peduli sosial, analisis kebutuhan, pembelajaran AIK.