Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Qur’ani Melalui Metode Experiential Learning SMP IT Al-Hafizh Palopo Ibrahim Halim; Lalu Sugiar
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2430

Abstract

Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar berupa degradasi moral dan krisis karakter di kalangan peserta didik yang dipicu oleh masifnya kemajuan teknologi tanpa penguatan fondasi etika yang memadai. Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali terjebak dalam pendekatan kognitif-tekstual yang monoton, sehingga tercipta kesenjangan antara pemahaman keagamaan dan perilaku nyata di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas model pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Qur’ani melalui metode Experiential Learning sebagai upaya transformasi karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis di sebuah institusi pendidikan di Kota Palopo. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini mengintegrasikan nilai-nilai utama Al-Qur'an seperti Shiddiq, Amanah, Fathonah, Tabligh, Ta’awun, serta Sabar dan Syukur ke dalam empat siklus pembelajaran berbasis pengalaman. Proses internalisasi nilai dimulai dari Concrete Experience sebagai stimulan akhlak, diikuti Reflective Observation melalui mekanisme muhasabah, Abstract Conceptualization sebagai kristalisasi ibrah berbasis wahyu, dan diakhiri dengan Active Experimentation dalam bentuk amal shalih yang nyata. Temuan penelitian mengindikasikan praktis singkat bagi guru PAI bahwa keterlibatan emosional dan praktik langsung meningkatkan retensi perubahan perilaku secara signifikan dibandingkan metode konvensional. Model ini berhasil menciptakan "jembatan emosional" yang mengubah nilai-nilai teologis menjadi karakter yang istiqomah, menjadikan PAI lebih humanis, aplikatif, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN MODEL MICAR PADA MATA KULIAH AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN UNTUK PENGUATAN KARAKTER PEDULI SOSIAL MAHASISWA Amriani Amriani; Amril; Lalu Sugiar; Uswatun Hasanah Junaid; Abdul Kadir; Andi Achmad Syam; Samsinar
Kelola: Journal of Islamic Education Management Vol. 11 No. 1 (2026): Kelola: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kelola.v11i1.11882

Abstract

Karakter peduli sosial merupakan salah satu nilai penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan tinggi, khususnya melalui mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Namun, pembelajaran AIK masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian sosial secara efektif ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Model MICAR (Motivation, Collaboration, Interaction Attention, and Reflection) dalam pembelajaran AIK untuk memperkuat karakter peduli sosial mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di LPPAIK Universitas Muhammadiyah Bandung. Informan penelitian terdiri atas tiga dosen AIK dan lima mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran AIK telah memuat nilai-nilai kepedulian sosial, namun implementasinya masih didominasi oleh pendekatan kognitif sehingga belum optimal dalam membentuk perilaku sosial mahasiswa. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa mahasiswa memerlukan pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi sosial, memperkuat kolaborasi, mengembangkan interaksi dan perhatian terhadap persoalan sosial, serta memfasilitasi refleksi pengalaman belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa Model MICAR memiliki relevansi dan potensi untuk dikembangkan sebagai model pembelajaran AIK yang berorientasi pada penguatan karakter peduli sosial mahasiswa melalui integrasi aspek Motivation, Collaboration, Interaction Attention, dan Reflection. Kata kunci: Model MICAR, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, karakter peduli sosial, analisis kebutuhan, pembelajaran AIK.