Tahun 2020 pemerintah menetapkan Wabah Corona Virus atau Covid-19 sebagai bencana Nasional. Peningkatan penjualan produk herbal terjadi pada masa Pandemi Covid-19, dikarenakan khasiat tanaman herbal yang ada di Indonesia seperti jahe, kunyit dan kelor yang dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penawaran jahe merah instan saat dan setelah Pandemi Covid-19 dan mengetahui strategi pengembangan produk jahe merah instan. Hasil analisis Paired T-test mendapatkan nilai Sig sebesar 0,0013 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata antara penawaran jahe merah instan saat pandemi Covid-19 dengan penawaran jahe merah instan setelah Pandemi Covid-19. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa penentuan strategi pengembangan produk jahe merah isntan pada UMKM Raja Bawang dengan menggunakan strategi SO, aktivitas yang sebaiknya dilakukan oleh UMKM Raja Bawang untuk mengembangkan program usaha produk jahe merah instan adalah memasarkan produk jahe merah instan melalui e-commerce atau melalui media social, Menerapkan CPPOB (cara produksi pangan olahan yang baik) agar memudahkan dalam registrasi izin edar MD dan SNI, Menetapkan harga jual produk yang kompetitif dengan harga jual pesaing, menggunakan alat-alat produksi terbaru dan meninggalkan pengolahan produk secara manual, menambah mitra kerjasama penjualan produk, mengiklankan dengan tema baiknya meminum minuman herbal untuk menjaga kesehatan tubuh dan Mengikuti kegiatan pelatihan yang dilakukan pemerintah agar pengetahuan dan skill yang dimiliki pemilik atau pegawai tetap terjaga dan selalu mengikuti perkembangan yang ada.