Rumangkang, Olivia Esther Caroline
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMPARASI PENAWARAN JAHE MERAH INSTAN SAAT DAN SETELAH PANDEMI COVID-19 DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA PADA UMKM RAJA BAWANG Mohammad Reyvaldi; Dizzi Evansyah; Ma’mur, Sitti Hardiyanti Mulaputri; Rumangkang, Olivia Esther Caroline
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 3 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nv3qgy77

Abstract

Tahun 2020 pemerintah menetapkan Wabah Corona Virus atau Covid-19 sebagai bencana Nasional. Peningkatan penjualan produk herbal terjadi pada masa Pandemi Covid-19, dikarenakan khasiat tanaman herbal yang ada di Indonesia seperti jahe, kunyit dan kelor yang dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penawaran jahe merah instan saat dan setelah Pandemi Covid-19 dan mengetahui strategi pengembangan produk jahe merah instan. Hasil analisis Paired T-test mendapatkan nilai Sig sebesar 0,0013 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata antara penawaran jahe merah instan saat pandemi Covid-19 dengan penawaran jahe merah instan setelah Pandemi Covid-19. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa penentuan strategi pengembangan produk jahe merah isntan pada UMKM Raja Bawang dengan menggunakan strategi SO, aktivitas yang sebaiknya dilakukan oleh UMKM Raja Bawang untuk mengembangkan program usaha produk jahe merah instan adalah memasarkan produk jahe merah instan melalui e-commerce atau melalui media social, Menerapkan CPPOB (cara produksi pangan olahan yang baik) agar memudahkan dalam registrasi izin edar MD dan SNI, Menetapkan harga jual produk yang kompetitif dengan harga jual pesaing, menggunakan alat-alat produksi terbaru dan meninggalkan pengolahan produk secara manual, menambah mitra kerjasama penjualan produk, mengiklankan dengan tema baiknya meminum minuman herbal untuk menjaga kesehatan tubuh dan Mengikuti kegiatan pelatihan yang dilakukan pemerintah agar pengetahuan dan skill yang dimiliki pemilik atau pegawai tetap terjaga dan selalu mengikuti perkembangan yang ada.
A Study on Mapping the Potential of Rice Production in Banggai Regency Rumangkang, Olivia Esther Caroline; Effendy, Effendy; Antara, Made; Rauf, Rustam Abd.; Christoporus, Christoporus
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v12i2.2715

Abstract

The background of this research is the need to improve regional food security amidst conditions where land degradation, land use changes, and reduced labor can disrupt the proper exploitation of agricultural resources. This study aims to analyze the potential of rice as a food crop in Banggai Regency, Central Sulawesi, which is focusing on the harvested area, production, productivity, and production base by sub-district. Research data were collected from the Central Statistics Agency (BPS, 2024) and the Food Crops, Horticulture, and Plantation Service of Banggai Regency. The analytical approach uses descriptive statistics to describe the harvested area, production, and productivity of rice, and the Location Quotient (LQ) to determine the main production base. The results of this study indicate that West Toili District has the largest harvested area (12,035 hectares), followed by Toili (11,605 hectares) and Moilong (5,038 hectares). Toili is the largest rice-producing district (67,309 tons) with an average productivity of 5.80 tons/ha. Toili, West Toili, Moilong, and Masama are the main rice production bases with LQ values ​​> 1.00, with other sub-districts contributing to lower distribution. Less productive sub-districts need to improve cultivation technology and irrigation networks, thereby providing production facilities. Mapping can be used as a strategic reference for local governments in developing agricultural policies to achieve sustainable food security.