Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kepuasan Pasien terhadap Loyalitas di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Payakumbuh : Studi Cross-Sectional Elsa Luvia Harmen; Fitri Yunita Sari; Putri Widya Herman; Syukra Alhamda
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2025.8(2).117-129

Abstract

Pelayanan kesehatan berkualitas merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Jika pasien puas maka akan loyal terhadap rumah sakit. Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Payakumbuh dari survei awal menunjukkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan mengalami trend fluktuatif, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dan loyalitas pasien tahun 2025. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif cross-sectional. Populasi penelitian adalah 43.345 pasien,  besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus Krejcie dan Morgan sehingga sampel penelitian menjadi 400. Pengukuran kepuasan dan loyalitas menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dengan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 55% pasien menyatakan puas dengan pelayanan yang diterima, sementara 54,8% menunjukkan loyalitas. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepuasan dan loyalitas (p=0,0001) dengan  nilai confidence Interval 95% (1,435–3,206). Nilai Odds Ratio (OR) = 2,145 menunjukkan bahwa responden yang puas memiliki peluang 2,145 kali lebih besar untuk menjadi pelanggan yang loyal dibandingkan responden yang tidak puas, di mana pasien puas lebih cenderung loyal (63,2%) dibandingkan yang tidak puas (44,4%). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa tingkat kepuasan dan loyalitas pasien secara umum cukup baik, namun masih terdapat 45% pasien yang tidak puas dan 45,2% yang tidak loyal. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas layanan, terutama pada aspek waktu tunggu dan sarana prasarana.
GAMBARAN PELAKSANAAN EDUKASI DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SANTRI PONDOK PESANTREN SUMATERA THAWALIB PARABEK Windi Wiyarti; Elsa Luvia Harmen; Fitri Yunita Sari; Putri Widya Herman; Erlinengsih Erlinengsih; Abdi Setia Putra; Mery Herliza
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi kesehatan di lingkungan pesantren sering kali dihadapkan pada tantangan rendahnya praktik personal hygiene, yang berdampak langsung pada tingginya angka dermatitis. Fenomena ini mendorong dilaksanakannya sebuah inisiatif edukasi guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam sekaligus mengubah kebiasaan santri. Melalui rangkaian kegiatan yang mencakup pemaparan materi serta demonstrasi konkret mengenai teknik mencuci tangan dan menggosok gigi, santri dibekali keterampilan praktis dalam menjaga kebersihan diri. Proses ini kemudian diakhiri dengan evaluasi perilaku yang menunjukkan bahwa 18,8% santri mengalami dermatitis dan beberapa aspek perilaku masih berada pada kategori buruk, seperti kedisiplinan dalam menjaga kebersihan kulit (37,5%), kebersihan pakaian (40%), dan kebersihan handuk (37,5%). Temuan ini mengindikasikan bahwa diperlukan pendampingan berkelanjutan serta pengawasan asrama yang lebih ketat untuk memastikan praktik kebersihan pribadi dapat terinternalisasi secara maksimal guna memutus rantai penularan dermatitis.