Ahmad Humaidi
Ma'had Aly Rakha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP SIFAT KALAM ALLAH MENURUT IMAM AL GHAZALI DAN MUTAZILAH siti halwiyah; Amelia sari; Miftahul Janah; Ahmad Humaidi
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 4 No. 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Pembahasan tentang sifat kalam Allah menjadi salah satu pembahasan penting dalam pemikiran Islam karena berkaitan langsung dengan cara memahami wahyu dan konsep ketuhanan. Dalam hal ini perbedaan pandangan antara Mu’tazilah dan Imam al-Ghazali menunjukkan adanya perbedaan cara memahami sifat kalam Allah. Penelitian ini membahas bagaimana konsep sifat Allah di pahami oleh Mu’tazilah dan Imam Al-Ghazali, sekaligus melihat persamaan dan perbedaan pandangan keduanya dalam menjaga prinsip tauhid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode kepustakaan, dengan sumber data berupa karya-karya klasik Mu’tazilah, tulisan Imam Al-Ghazali serta sumber bacaan lainnya. Data di analisis secara menjelaskan pandangan masing-masing kemudian membandingkan persamaan dan perbedaan nya.
KONSEP TOBAT MENURUT SA’ID HAWWA DALAM KITAB TAZKIYATUN NAFS Muh. Haris Zubaidillah; Ahmad Humaidi; Muhammad Naji
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 3 No. 01 (2025): January - June 2025
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep taubat menurut Sa'id Hawwa dalam kitabnya Tazkiyatun Nafs. Taubat, menurut Hawwa, adalah sebuah proses komprehensif yang terdiri dari tiga unsur berurutan: pengetahuan, kondisi jiwa, dan aksi nyata. Pengetahuan menjadi fondasi yang melahirkan kondisi batin, yang kemudian menghasilkan tindakan. Skripsi ini juga menguraikan tahapan-tahapan taubat yang konkret, meliputi penggantian kewajiban ibadah yang ditinggalkan, pengembalian hak orang lain yang dizalimi (atau penebusan dengan amal kebaikan jika tidak memungkinkan), evaluasi dan penebusan dosa masa lalu dengan kebaikan yang setara atau lebih besar, disertai janji sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi dosa, serta memperbanyak amal saleh. Dengan demikian, taubat bukanlah sekadar penyesalan, melainkan tindakan nyata yang transformatif untuk memperbaiki masa lalu, menjaga masa kini, dan menjamin masa depan yang lebih baik dalam ketaatan kepada Allah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan analisis data kualitatif yang bersifat deskriptif, bertujuan untuk mengungkapkan esensi konsep taubat yang diusung oleh Sa'id Hawwa