Besse Puspitha Syarif
Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementing Duolingo as A Supplementary Tool For Vocabulary and Pronunciation Mastery Leini Nadira Rambe; Yuliarti Yuliarti; Besse Puspitha Syarif; Muhammad Ali Ode
International Journal of English Education and Linguistics (IJoEEL) Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ijoeel.v8i1.14903

Abstract

This study examines the implementation of Duolingo as a supplementary tool for vocabulary and pronunciation mastery among second-year university students taking English subjects. The study was conducted in response to the challenges often found in traditional classroom learning, particularly in maintaining student motivation and helping learners retain new vocabulary over time. Using a qualitative method with simple quantitative measurement, the research combined questionnaire results and semi-structured interviews to understand students’ experiences in using the application. The findings show that Duolingo was generally helpful and well received by the students. Most of participants agreed that the application helped them learn new English vocabulary, while three-fourths of them stated that it increased their confidence in pronunciation. These results indicate that Duolingo functioned effectively as a complementary learning medium that supported classroom instruction. The integration of clear audio features, vivid visual cues, and interactive tasks facilitated a flexible learning environment that catered to diverse student needs. Its visual and audio features, interactive tasks, and repeated exposure to language forms helped students practice English in a more engaging and flexible way. In addition, the gamified system encouraged regular use and made learning feel less stressful. Overall, the study suggests that Duolingo can be a useful supplementary tool for improving vocabulary and pronunciation while also promoting independent learning habits outside the classroom.
Resiliensi Psikososial Pasca Banjir: Penguatan Kesehatan Mental Siswa SMA Negeri 1 Rantau Selamat melalui Terapi Seni Rapai Aceh Angga Eka Karina; Rico Gusmanto; Dwindy Putri Cufara; Fifie Febryanti Sukman; Besse Puspitha Syarif; M. Zaky Aulia Fadhar
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.4044

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemulihan psikososial siswa di SMA Negeri 1 Rantau Selamat pasca-banjir melalui terapi seni rapai Aceh. Banjir yang melanda Aceh Timur menyebabkan trauma psikologis yang mendalam bagi siswa, yang mengarah pada kecemasan, stres, dan gangguan emosional yang memengaruhi kualitas pembelajaran mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, pendekatan Capacity-building training digunakan, dengan melibatkan siswa dalam pelatihan seni rapai yang menggabungkan elemen-elemen musik, gerakan, dan vokalisasi. Program ini berhasil menurunkan tingkat stres siswa, meningkatkan resiliensi psikologis, serta memperbaiki kesejahteraan emosional mereka. Hasil program ini menunjukkan bahwa seni rapai Aceh, dengan nilai budaya dan spiritual yang mendalam, menjadi media ekspresi yang efektif dalam membantu siswa mengelola trauma dan mempererat hubungan sosial di antara mereka. Melalui kolaborasi antara seni dan psikososial, program ini tidak hanya memberikan dukungan emosional tetapi juga meningkatkan keterhubungan sosial yang sangat diperlukan dalam proses pemulihan pascabencana.