Reny Juliana Sihombing
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Intervensi Berbasis Selfcare terhadap Orang Tua Balita Gizi Kurang dalam Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Karang Rejo Yani Lestari; Reny Juliana Sihombing
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan kecerdasan anak. Upaya penanggulangan memerlukan pendekatan yang melibatkan peran aktif orang tua melalui program intervensi berbasis selfcare yang terintegrasi dengan pemanfaatan sumber pangan lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program intervensi berbasis selfcare terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua balita gizi kurang dalam memanfaatkan pangan lokal di Desa Karang Rejo. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test. Populasi adalah seluruh orang tua balita gizi kurang di Desa Karang Rejo. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan yang bermakna pada pengetahuan orang tua setelah diberikan intervensi selfcare (p<0,05). Sikap orang tua dalam memanfaatkan pangan lokal meningkat secara signifikan (p<0,05). Perilaku pemberian makan berbasis pangan lokal juga mengalami perbaikan bermakna pasca intervensi (p<0,05). Kesimpulan: Program intervensi berbasis selfcare terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua balita gizi kurang dalam memanfaatkan pangan lokal di Desa Karang Rejo. Implementasi program ini dapat menjadi model intervensi gizi yang berkelanjutan berbasis komunitas.
Pengaruh Pelatihan Selfcare Berbasis Keluarga Terhadap Pola Makan (Nutrisi) Pada Pasien Stroke Di Desa Nogo Rejo Kecamatan Galang Reny Juliana Sihombing; Ristika Julianty Singarimbun
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab kematian dan disabilitas utama di dunia, termasuk Indonesia. Pasien stroke sering mengalami gangguan menelan dan defisit neurologis yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan nutrisi. Selfcare berbasis keluarga diyakini mampu meningkatkan kemandirian pasien dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tujuan: Menganalisis pengaruh pelatihan selfcare berbasis keluarga terhadap pola makan (nutrisi) pada pasien stroke di Desa Nogo Rejo Kecamatan Galang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh pasien stroke di Desa Nogo Rejo Kecamatan Galang sebanyak 42 orang. Sampel berjumlah 36 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pelatihan selfcare berbasis keluarga selama 4 minggu (8 sesi). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pola makan tervalidasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pola makan tidak baik (77,8%). Setelah intervensi, mayoritas responden memiliki pola makan baik (83,3%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pelatihan selfcare berbasis keluarga terhadap pola makan pasien stroke. Kesimpulan: Pelatihan selfcare berbasis keluarga secara signifikan meningkatkan pola makan pada pasien stroke. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam layanan kesehatan komunitas dan program rehabilitasi stroke.