Penggunaan smartphone pada remaja bisa menimbulkan berbagai dampak, salah satunya loneliness yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan smartphone addiction pada remaja di SMK Negeri 1 Pulubala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 264 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil screening dari populasi sebanyak 329 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala UCLA loneliness scale (UCLA-LS) dan smartphone addiction scale (SAS). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara loneliness dengan smartphone addiction dengan nilai koefisien korelasi r = -0,162 dan nilai signifikansi p = 0,008. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan yang lemah, di mana semakin tinggi tingkat smartphone addiction maka semakin rendah tingkat loneliness. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan smartphone pada remaja lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kesenangan, kenyamanan, serta kebutuhan untuk tetap terhubung secara sosial, bukan semata-mata durasi penggunaan. Selain itu, smartphone juga dapat berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sosial dan emosional remaja dalam kehidupan sehari-hari secara positif dan mendukung serta membantu menjaga kualitas hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya secara lebih efektif dan bermakna sehingga dapat menjadi alternatif dalam mengurangi perasaan kesepian yang dialami oleh remaja di era digital saat ini dan tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan tatap muka.