Muhammad Mursyid
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Antara Fatherless Dengan Regulasi Emosi Pada Remaja SMP Negri 1 Limboto Salsa Veronika Koem; Anik Indarwati; Muhammad Mursyid
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2676

Abstract

Permasalahan regulasi emosi pada remaja menjadi perhatian karena masa remaja ditandai perubahan emosional, sosial, dan psikologis yang kompleks. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan keluarga, khususnya keterlibatan ayah, dalam membantu remaja mengelola emosi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan regulasi emosi adalah kondisi fatherless, yaitu kurangnya keterlibatan figur ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara fatherless dengan regulasi emosi di SMP Negeri 1 Limboto. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden penelitian berjumlah 57 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Father Presence Questionnaire (FPQ) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Hasil uji reliabilitas menunjukkan variabel fatherless memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.964 dan regulasi emosi sebesar 0.813 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data menggunakan uji deskriptif, normalitas, linearitas, dan Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 24 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif dan signifikan antara fatherless dengan regulasi emosi remaja. Nilai korelasi sebesar r = -0,623 dengan signifikansi p = 0,000. Temuan penelitian menunjukkan remaja dengan keterlibatan ayah yang rendah cenderung mengalami kesulitan memahami, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi ketika menghadapi masalah sehari hari, sehingga diperlukan perhatian lingkungan sekolah untuk mendukung perkembangan emosional remaja secara optimal.
Pengaruh Body image terhadap Kepercayaan Diri pada Mahasiswa Psikologi di Universitas Muhammadiyah Gorontalo Friska Oktaviana Banyamin; Anik Indarwati; Muhammad Mursyid
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2683

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang penting dalam perkembangan mahasiswa dan dapat dipengaruhi oleh cara individu memandang serta menilai kondisi tubuhnya. Body image yang positif cenderung meningkatkan kepercayaan diri, sedangkan body image yang negatif dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body image terhadap kepercayaan diri pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 75 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 297 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala body image dan skala kepercayaan diri yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh body image terhadap kepercayaan diri mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat body image pada kategori sedang (70,7%) dan tingkat kepercayaan diri yang juga berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa body image berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri mahasiswa (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa body image memberikan kontribusi sebesar sekitar 30–40% terhadap variasi kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin positif persepsi mahasiswa terhadap tubuhnya, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya. Dengan demikian, body image merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam pembentukan kepercayaan diri mahasiswa serta mendukung perkembangan pribadi dan sosial yang lebih optimal di lingkungan perguruan tinggi.
Pengaruh Teacher Self-Efficacy Terhadap Motivasi Mengajar Pada Anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tibawa Intan Nur&#039;Ain Akuba; Anik Indarwati; Muhammad Mursyid
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3535

Abstract

Motivasi mengajar merupakan faktor penting yang mendukung efektivitas proses pembelajaran dan kinerja guru. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi motivasi mengajar adalah teacher self-efficacy, yaitu keyakinan guru terhadap kemampuannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teacher self-efficacy terhadap motivasi mengajar pada anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tibawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian terdiri atas seluruh anggota KKG Kecamatan Tibawa dengan jumlah sampel sebanyak 50 guru yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Teacher's Sense of Efficacy Scale (TSES) dan Work Tasks Motivation Scale for Teachers (WTMST). Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh teacher self-efficacy terhadap motivasi mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teacher self-efficacy dan motivasi mengajar berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa teacher self-efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi mengajar dengan nilai signifikansi sebesar 0,361 (p > 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,017 menunjukkan bahwa teacher self-efficacy hanya memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap motivasi mengajar, sedangkan 98,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, teacher self-efficacy bukan merupakan faktor yang secara signifikan memengaruhi motivasi mengajar pada anggota KKG Kecamatan Tibawa.
Hubungan Antara Forgiveness Dengan Kualitas Persahabatan Pada Remaja MAN 1 Kota Gorontalo Mutiara Kasim; Lenny Syamsuddin; Muhammad Mursyid
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgiveness dengan kualitas persahabatan pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo. Forgiveness merupakan kemampuan individu untuk mengurangi motivasi menghindar dan membalas kesalahan serta meningkatkan niat baik terhadap pihak yang melakukan pelanggaran. Kemampuan ini penting dalam kehidupan remaja karena dapat membantu menjaga hubungan sosial yang sehat, menyelesaikan konflik secara konstruktif, serta memperkuat kualitas persahabatan yang terjalin dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.428 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 312 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan rumus slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala forgiveness berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Michael E. McCullough dan skala kualitas persahabatan yang mengacu pada Friendship Quality Scale (FQS). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman’s Rho  untuk menguji hubungan antar variabel penelitian secara lebih mendalam dan sistematis. Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata skor forgiveness sebesar 77,39 dengan standar deviasi 8,356, sedangkan rata-rata skor kualitas persahabatan sebesar 66,66 dengan standar deviasi 8,099. Sebagian besar responden berada pada kategori sedang pada variabel forgiveness yaitu sebesar 74%, sedangkan pada variabel kualitas persahabatan sebesar 83%. Hasil tersebut menunjukan bahwa siswa telah memiliki kemampuan memaafkan dan kualitas hubungan persahabatan yang cukup baik. Hasil uji hipotesis menunjukan adanya hubungan positif dan signifikan antara forgiveness dengan kualitas persahabatan (r = 0,311; p = 0,000 < 0,05). Temuan ini menunjukan bahwa semakin tinggi kemampuan memaafkan yang dimiliki siswa, maka semakin baik pula kualitas persahabatan yang terjalin. Dengan demikian, forgiveness berperan penting dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis, positif, dan saling mendukung bagi perkembangan sosial remaja dilingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan.