Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SMART TEACHING DENGAN AI: PEMBERDAYAAN GURU SMA NEGERI 1 TEKARANG MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT AJAR Sandie Sandie; Muchtadi Muchtadi; Jamilah Jamilah; Dewi Risalah; Reni Astuti; Syarifah Fadillah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai respons terhadap tantangan implementasi Kurikulum Merdeka dan transformasi digital pendidikan. Kegiatan ini ditujukan kepada 25 guru di SMA Negeri 1 Tekarang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dan dilaksanakan dari Juli hingga Desember 2025. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan aplikatif, meliputi tahap persiapan, pelatihan, pendampingan (coaching clinic), evaluasi, dan tindak lanjut. Pelatihan inti dilaksanakan pada 21–22 Agustus 2025 mencakup konsep AI dalam pendidikan dan praktik penggunaan tools seperti ChatGPT dan Canva AI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 99,24% peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan program. Guru berhasil menghasilkan perangkat ajar berbasis AI berupa RPP, LKPD, dan media pembelajaran digital. Selain itu, terbentuk komunitas belajar guru berbasis AI sebagai bentuk keberlanjutan program..  
PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Rohma Dilla Mulyani; Muchtadi Muchtadi; Hodiyanto Hodiyanto
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v6i2.5367

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menguji apakah pembelajaran mendalam yang diintegrasikan ke dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menghasilkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih tinggi daripada pembelajaran langsung yang sama-sama menggunakan LKPD. Penelitian kuasi eksperimen menerapkan rancangan kelompok kontrol nonekuivalen dengan pretest dan posttest. Sampel dipilih melalui cluster random sampling dari siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sintang, yaitu kelas VIII C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelompok kontrol; setiap kelompok terdiri atas 35 siswa. Data diperoleh melalui tes uraian yang mengukur empat tahap pemecahan masalah Polya dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain ternormalisasi, serta uji-t independen. Rata-rata kelas eksperimen berubah dari 37,51 menjadi 79,89, sedangkan kelas kontrol berubah dari 38,40 menjadi 70,80. Rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,68 dan kelompok kontrol sebesar 0,53. Perbedaan N-Gain sebesar 0,15 signifikan secara statistik, t(68) = 4,81, p < 0,001, dengan ukuran efek besar (d = 1,15; IK 95% [0,088, 0,212]). Hasil tersebut menunjukkan bahwa, dalam konteks penelitian ini, pembelajaran mendalam berbantuan LKPD lebih efektif daripada pembelajaran langsung berbantuan LKPD dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada materi persamaan garis lurus. Kata Kunci: Deep Learning, Eksperimen, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, LKPD, Persamaan Garis Lurus Abstract: This study examined whether a deep learning-oriented instructional approach embedded in student worksheets produced greater improvement in mathematical problem-solving ability than direct instruction supported by worksheets. A quasi-experimental nonequivalent control group design with pretest and posttest measures was employed. Cluster random sampling selected two eighth-grade classes at SMP Negeri 2 Sintang: class VIII C as the experimental group and class VIII E as the control group, with 35 students in each group. Data were collected using essay items aligned with Polya's four problem-solving stages and were analyzed through descriptive statistics, normalized gain, and an independent-samples t test. The experimental group's mean score increased from 37.51 to 79.89, whereas the control group's mean increased from 38.40 to 70.80. The experimental and control groups obtained mean normalized gains of 0.68 and 0.53, respectively. The between-group gain difference of 0.15 was statistically significant, t(68) = 4.81, p < .001, with a large effect size (d = 1.15; 95% CI [0.088, 0.212]). Within the scope of this study, worksheet-assisted deep learning-oriented instruction was more effective than worksheet-assisted direct instruction in strengthening students' mathematical problem-solving ability on straight-line equations.  Keywords: Deep Learning, Experiment, Mathematical Problem-Solving Ability, Straight-Line Equations, Student Worksheets
Pengembangan Google Sites Terintegrasi Zep Quiz Untuk Meningkatkan Understanding Ability Siswa Kelas VII SMP Pada Materi Aljabar anthony hiu; Muchtadi muchtadi
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP)
Publisher : LPD Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v5i1.10672

Abstract

Abstract: Low algebraic understanding among Grade VII students remains a persistent challenge in Indonesian secondary mathematics education. This study developed Google Sites integrated with Zep Quiz to enhance students' understanding ability in algebra. Using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), the study involved six expert validators and 30 Grade VII students at SMP Negeri 2 Pontianak. Instrument content validity was confirmed via Aiken's V (0.82–0.93) and empirical validity (r = 0.86–0.98; α = 0.945). Expert validation yielded an overall validity score of 89.99% (highly valid: media 85.66%, content 94.33%). Practitioner ratings reached 94.67% (highly practical: students 89.33%, teacher 100%). Effectiveness was assessed via Wilcoxon Signed Rank Test (z = −4.782; p < 0.001). Mean scores rose from 25.33 (pretest) to 79.07 (posttest), producing an overall N-Gain of 0.72 (high category). Indicator-level analysis showed N-Gain values ranging from 0.55 (applying concepts algorithmically) to 0.84 (solving contextual problems). These findings suggest that integrating Google Sites with gamified formative assessment via Zep Quiz substantially improves algebraic understanding ability in early secondary school students. Keywords: ADDIE model, algebra, gamification, Google Sites, understanding ability, Zep Quiz