Agustina Vivi Marianti
Universitas Muhammadiyah Maumere

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Mahasiswa KKN dalam Bidang Budaya di Desa Ndondo, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende: Pengabdian Agustina Vivi Marianti; Tomisius Nggala; Yuliana Nona Devi; Rizal Ombi; Jayadin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Mahasiswa KKN Dalam Bidang Budaya di Desa Ndondo, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende Dan Untuk mengetahui Sejarah Budaya di Desa Ndondo, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ndondo, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende. Pemilihan lokasi didasarkan pada adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang melibatkan mahasiswa dalam bidang budaya. Kegiatan bidang budaya ini dilakukan dari tanggal 10 s/d 14 September 2025. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa KKN sebanyak 11 orang dan Kepala Desa Ndondo. Data yang dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Aktivitas analisis data melalui tahapan seperti reduksi data, penyajian data, kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan kontribusi yang nyata dan positif dalam upaya pelestarian, pengenalan, serta penguatan identitas budaya lokal Desa Ndondo. Peran mahasiswa KKN dalam bidang budaya diwujudkan melalui kegiatan pemetaan dan dokumentasi budaya, yang mencakup budaya berwujud (tangible) maupun tidak berwujud (intangible). Kegiatan ini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat dan tokoh adat setempat, sehingga berbagai unsur budaya seperti cerita rakyat, tradisi, nilai-nilai sosial, serta warisan sejarah desa dapat teridentifikasi, direkam, dan didokumentasikan secara sistematis.
Peran Pendidikan Antikorupsi dalam Membentuk Etika Akademik Mahasiswa: Studi Literatur: Penelitian Mario Junior Anjelo; Germanus Moa Arnol; Ananda Satria Fatur Rahman; Anastasia Silvia Charlin; Nur Faiji; Sarina Londa Mukin; Agustina Dai; Agustina Vivi Marianti; Leny Maria Nona Lehan; Nur Auliya; Maria Selviana Eya Emar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5644

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan sosial yang bersifat sistemik dan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas melalui implementasi pendidikan antikorupsi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan antikorupsi dalam membentuk etika akademik mahasiswa, mengidentifikasi nilai-nilai utama antikorupsi, serta mengkaji tantangan implementasinya di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui penelusuran pencarian dan analisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, serta laporan resmi lembaga terkait. Data dikumpulkan secara sistematis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis terhadap temuan-temuan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi berperan signifikan dalam membentuk etika akademik mahasiswa melalui internalisasi nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, kemandirian, keberanian, kerja keras, kesederhanaan, dan keadilan. Pendidikan antikorupsi terbukti mampu meningkatkan kesadaran moral, sikap kritis, serta komitmen mahasiswa terhadap perilaku akademik yang etis, seperti menolak plagiarisme, kecurangan ujian, dan praktik tidak jujur lainnya. Namun, rendahnya komitmen dan pengawasan menjadi tantangan, sehingga diperlukan penguatan kebijakan serta kurikulum untuk mewujudkan integritas akademik.