Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kurangnya Fasilitas Kantor terhadap Motivasi dan Kinerja Pegawai di Desa Tou Barat Kecamatan Kota Baru Kabupaten Ende Mario Junior Anjelo; Yohanes Benediktus Bangu; Yeremias Bardi; Desideratio Primus Naitili; Anastasia Ata
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i4.8604

Abstract

This study aims to determine the effect of inadequate office facilities on the motivation and performance of employees in Tou Barat Village, Kota Baru Subdistrict, Ende Regency. The main problem in this study is the limited work facilities such as computers, printers, photocopiers, internet networks, and uncomfortable working conditions, which will have an impact on the decline in employee motivation and work effectiveness. This study uses a descriptive qualitative method with a case study approach, through interviews, observation, and documentation to obtain in-depth data from employees and village management. The results of the study show that limited office facilities have a negative effect on the motivation, work enthusiasm, and productivity of employees. Employees often experience obstacles in completing tasks due to a lack of administrative and technological support facilities. However, employees try to adapt by using personal facilities such as laptops and private internet networks. This situation can create additional financial and psychological burdens and cause imbalances in work performance. Based on these findings, strategic measures are needed from the village government in the form of providing adequate office facilities, regular maintenance, technology training for employees, and the implementation of a digital work system. With improved facilities and a well-planned strategy, it is hoped that motivation, effectiveness, and the quality of public services in Tou Barat Village can be significantly improved.
Peran Pendidikan Antikorupsi dalam Membentuk Etika Akademik Mahasiswa: Studi Literatur: Penelitian Mario Junior Anjelo; Germanus Moa Arnol; Ananda Satria Fatur Rahman; Anastasia Silvia Charlin; Nur Faiji; Sarina Londa Mukin; Agustina Dai; Agustina Vivi Marianti; Leny Maria Nona Lehan; Nur Auliya; Maria Selviana Eya Emar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5644

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan sosial yang bersifat sistemik dan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas melalui implementasi pendidikan antikorupsi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan antikorupsi dalam membentuk etika akademik mahasiswa, mengidentifikasi nilai-nilai utama antikorupsi, serta mengkaji tantangan implementasinya di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui penelusuran pencarian dan analisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, serta laporan resmi lembaga terkait. Data dikumpulkan secara sistematis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis terhadap temuan-temuan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi berperan signifikan dalam membentuk etika akademik mahasiswa melalui internalisasi nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, kemandirian, keberanian, kerja keras, kesederhanaan, dan keadilan. Pendidikan antikorupsi terbukti mampu meningkatkan kesadaran moral, sikap kritis, serta komitmen mahasiswa terhadap perilaku akademik yang etis, seperti menolak plagiarisme, kecurangan ujian, dan praktik tidak jujur lainnya. Namun, rendahnya komitmen dan pengawasan menjadi tantangan, sehingga diperlukan penguatan kebijakan serta kurikulum untuk mewujudkan integritas akademik.