Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Hukum Orangtua Dalam Melindungi Anak PAUD Dari Perundungan di Kecamatan Setia Budi : Diskusi Tanya Jawab : Pengabdian Vernando Vernando; Mohammad Fattah Riphat; Maulana Arief Rachman Hakim; Maulkre Her Susilo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7115

Abstract

Anak-anak dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 76C yang melarang setiap orang melakukan kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun psikis, yang dikenal sebagai perundungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberi pengetahuan hukum kepada orang tua anak PAUD mengenai bahaya perundungan oleh teman sebaya dan orang dewasa yang berdampak negatif pada psikologis anak. Kegiatan dilaksanakan tatap muka dengan orang tua PAUD dan anak-anak PAUD di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, edukatif-partisipatif melalui seminar, dan evaluasi dengan diskusi interaktif tanya jawab. Metode pelaksanaan menggunakan kajian hukum normatif dan studi kepustakaan. Bahan hukum primer berupa UU No. 35 Tahun 2014, sekunder berupa jurnal hukum dan media daring, serta tersier berupa KBBI. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan studi lapangan berupa seminar dari Fakultas Hukum Universitas Bangsa di Kantor Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman, pengetahuan, dan kesadaran hukum orang tua PAUD bahwa anak dilindungi undang-undang serta pentingnya perlindungan hukum dari perundungan fisik dan psikis untuk tumbuh kembang anak menjadi pribadi bermental tangguh.
Reforming Ethical Policing in Indonesia: Legal Protection for Conscientious Objection and the Duty to Disobey Unlawful Orders Riphat, Mohammad Fattah; Widagdo, Setyo; Djatmika, Prija; Madjid, Abdul; Risyawan, Alief
Jambe Law Journal Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Law, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/5w3e5821

Abstract

In the context of police institutions in Indonesia, members of the police force are often faced with a dilemma when receiving orders from superiors that have the potential to violate the law. On the one hand, there is an obligation to uphold the law and protect human rights. The conflict raises legal questions about the extent to which police officers in Indonesia are protected when they refuse or disobey unlawful orders, based on the principles of the right to conscientious objection and the duty to disobey. This study uses normative legal research and comparative doctrinal analysis to examine the conceptual underpinnings of these principles and evaluate institutional practice. Through an analysis of international legal instruments, national regulations, relevant case studies, and selected comparative materials, this article concludes that these two principles are an integral part of the development of a democratic, accountable, and human rights-oriented police institution in Indonesia, and therefore deserve comprehensive legal protection.