Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mewujudkan Lingkungan Sehat Bebas Bronkopenumonia Zita Atzmardina; Novelee Irawan Putri; Valleryano Lay; Hanna Paulina Wibowo; Devi Putri Nabila
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i06.3298

Abstract

Bronkopneumonia merupakan salah satu bentuk pneumonia yang paling sering terjadi pada anak-anak dan lansia, dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi, terutama di negara berkembang. Di wilayah kerja Puskesmas Salembaran Jaya, jumlah kasus bronkopneumonia pada balita meningkat dari 12 kasus pada Juli 2025 menjadi 17 kasus pada September 2025. Peningkatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan, status gizi, paparan polusi udara, serta rendahnya cakupan imunisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan mengenai bronkopneumonia dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Salembaran Jaya. Metode kegiatan meliputi registrasi peserta, pelaksanaan pre-test, pemberian materi edukasi, sesi diskusi interaktif, pelaksanaan post-test, serta pembagian leaflet informasi kesehatan. Dari 40 peserta yang hadir, sebanyak 35 orang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan. Hasil analisis perbandingan skor pre-test dan post-test menunjukkan bahwa 82,86% peserta mengalami peningkatan pengetahuan ≥20 poin setelah intervensi edukasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan berperan signifikan dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait bronkopneumonia. Sebagai kesimpulan, intervensi edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendukung upaya pencegahan bronkopneumonia di tingkat komunitas. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di wilayah kerja Puskesmas.
Skrining Gizi untuk Peningkatan Kualitas Hidup Zita Atzmardina; Novelee Irawan Putri; Valleryano Lay; Hanna Paulina Wibowo; Devi Putri Nabila
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 04 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i04.3296

Abstract

Pemenuhan gizi merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.Indonesia masih menghadapi masalah gizi seperti stunting, gizi kurang, gizi lebih, serta defisiensi mikronutrien yangberdampak pada tumbuh kembang anak, daya tahan tubuh, dan produktivitas di masa dewasa. WHO menekankanpentingnya intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah risiko penyakit tidak menular dangangguan perkembangan. Meskipun pemerintah telah menetapkan strategi percepatan penurunan stunting, data SurveiKesehatan Indonesia (2023) menunjukkan penurunan yang sangat kecil, sehingga diperlukan upaya intervensi yanglebih efektif dan merata. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah promosi kesehatan melalui edukasi,pemberdayaan masyarakat, advokasi, dan bina suasana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pemantauan pertumbuhan anak melalui kegiatan skrining gizi berbasis komunitas. Metode yangdigunakan meliputi pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas) sertaskrining status gizi menggunakan kurva WHO. Kegiatan dilaksanakan di Balai Kelurahan dengan melibatkan BidanKelurahan serta diikuti oleh 35 peserta. Setelah pengukuran, peserta menerima hasil status gizi, penjelasan, danedukasi terkait nutrisi. Edukasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan pengulangan informasi oleh peserta untukmemastikan pemahaman. Acara ditutup dengan pembagian snack berupa susu dan biskuit. Hasil menunjukkanmayoritas peserta berhasil mengikuti pengukuran dan memahami edukasi yang diberikan, meskipun terdapat kendalaberupa beberapa peserta yang tidak mengikuti skrining karena keterbatasan waktu. Dari hasil pengukuran, ditemukan9 anak dengan status gizi kurang hingga buruk. Kegiatan ini menegaskan bahwa skrining gizi berbasis komunitasefektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait kesehatan anak. Ke depan, diperlukanstrategi untuk meningkatkan partisipasi dan cakupan skrining agar intervensi gizi dapat berjalan optimal.
Perbedaan Rata-Rata Pengetahuan Ibu antara Anak dengan Status Gizi Baik dan Tidak Baik di Desa Salembaran Jaya Novelee Irawan Putri; Zita Atzmardina
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25598

Abstract

ABSTRACT Child nutritional status is highly dependent on the nutritional intake provided by the mother, which is influenced by the mother's level of nutritional literacy and her ability to early detect co-infections. Nutritional problems in children remain a concern, especially at the rural community level, where severe respiratory infections such as bronchopneumonia are frequent triggers for toddler weight loss. This study aims to determine the difference in the average maternal knowledge score—encompassing balanced nutrition guidelines and the understanding of bronchopneumonia danger signs—between children with good and poor nutritional status. This research is a quantitative comparative study using primary data obtained from the Salembaran Jaya Community Health Center in October 2025. The total sample consisted of 35 respondents, categorized into children with poor nutritional status (n = 11) and good nutritional status (n = 24). Data were analyzed using the Independent Sample t-test. The results showed that the average maternal knowledge score in the group of children with poor nutritional status was 73.64 (SD = 19.63), while in the group with good nutritional status it was 60.00 (SD = 17.45). The statistical analysis obtained a p-value of 0.047 (p 0.05). In conclusion, there is a statistically significant difference in the average maternal knowledge between children with good and poor nutritional status in the studied population. Interestingly, mothers of children with poor nutritional status showed a higher average knowledge score, indicating that theoretical maternal knowledge alone might not directly translate into good nutritional practices without other supporting factors such as sanitation, infection prevention, and household food security. Keywords: Maternal Knowledge, Nutritional Status, Bronchopneumonia, Children ABSTRAK Status gizi anak sangat bergantung pada asupan nutrisi yang diberikan oleh ibu, di mana hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat literasi ibu mengenai gizi serta kemampuannya dalam melakukan deteksi dini penyakit infeksi penyerta. Permasalahan gizi pada anak masih menjadi perhatian, terutama di tingkat komunitas pedesaan seperti di Desa Salembaran Jaya, dimana Bronkopneumonia kerap menjadi pemicu utama penurunan berat badan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor pengetahuan ibu yang mencakup pedoman gizi seimbang dan pemahaman tanda bahaya Bronkopneumonia antara anak dengan status gizi baik dan tidak baik di desa tersebut. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif komparatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari Puskesmas Salembaran Jaya pada Oktober 2025. Total sampel berjumlah 35 responden, yang dikategorikan ke dalam kelompok anak dengan status gizi tidak baik (n = 11) dan status gizi baik (n = 24). Analisis data menggunakan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu pada kelompok anak dengan status gizi tidak baik adalah 73,64 (SD = 19,63), sedangkan pada kelompok anak dengan status gizi baik adalah 60,00 (SD = 17,45). Hasil analisis statistik didapatkan nilai p-value sebesar 0,047 (p 0,05). Kesimpulannya, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik mengenai rata-rata pengetahuan ibu antara anak dengan status gizi baik dan tidak baik di Desa Salembaran Jaya. Menariknya, ibu dari anak dengan status gizi tidak baik justru menunjukkan rata-rata skor pengetahuan yang lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa pengetahuan teoritis ibu saja tidak cukup untuk mencegah malnutrisi tanpa didukung oleh praktik sanitasi, pencegahan infeksi, dan ketahanan pangan rumah tangga. Kata kunci: Pengetahuan Ibu, Status Gizi, Bronkopneumonia, Anak