Yasril Adha
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pertunjukan Biola Solo Dengan Repertoar Concerto In E Major Op. 8, Rv 269 La Primavera (The Four Season), Ijuk Dan A Town With An Ocean View Muhammad Maulidiz Zikri; Yasril Adha; Yade Surayya; Nora Anggraini; Bambang Wijaksana
Musica: Journal of Music Vol 6, No 1 (2026): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v6i1.6287

Abstract

Pertunjukan ini menyajikan repertoar musik dari berbagai era meliputi  karya musik klasik pada era Barok, Melayu dan populer yang dikemas dalam format pertunjukan biola solo dengan penekanan pada aspek estetika, teknik, dan ekspresi musikal. Repertoar dipilih secara selektif untuk  merepresentasikan kekayaan sejarah musik serta keberagaman budaya dan disajikan dengan pendekatan musikal yang berlandaskan kaidah musik konvensional. Pertunjukan diawali dengan karya klasik era Barok Concerto In E Major, Op. 8 Rv 269 karya Antonio Vivaldi pada tahun 1725. Karya ini merupakan bentuk komposisi musik programa yang menggambarkan suasana musim semi. Repertoar kedua merupakan karya musik Melayu berjudul Ijuk ciptaan Armadi raga yang dipopulerkan Iyeth Bustami pada tahun 2003. Karya ini memadukan unsur tradisi Melayu dengan gaya pop sehingga menghasilkan karakter musikal yang dinamis dan ekspresif. Repertoar ketiga adalah A Town with an Ocean View karya Joe Hisaishi, yang menghadirkan nuansa tenang dan penuh semangat melalui harmoni yang jernih dan ekspresi musikal yang kuat. Ketiga repertoar tersebut dibawakan dengan penerapan berbagai teknik permainan biola, antara lain trill, legato, arpeggio, double stop, spiccato, staccato, pizzicato, accent, shifting, ornamentasi, dan slur. Kombinasi teknik ini digunakan untuk merepresentasikan karakter musikal masing-masing karya secara optimal. Pementasan ini menjadi sarana eksplorasi artistik sekaligus perwujudan kemampuan interpretasi dan ekspresi dalam pertunjukan biola solo.
Pembelajaran Lagu Accoting Tario Rio Format Ansambel Di Sma Negeri 2 Padang Panjang Antoni Manalu; Hidayatmi; Yasril Adha; Arga Budaya
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1387

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Lagu Accoting Tario Rio dalam Format Ansambel Campuran” ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peneliti dalam memberikan pembelajaran seni musik kepada sisiwa siswi di SMA N 2 Padang Panjang. Lagu Accoting Tario Rio diaransemen ulang ke dalam format ansambel musik dengan beberapa instrumen seperti kyboard, gitar acustik, gitar bass, dan cajon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa penelitian tindakan kelas, dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di lapangan. Dalam proses penelitian dan pengajaran, peneliti menggunakan teori musik Aaron Copland yang digunakan sebagai alat bantu untuk memahami unsur-unsur dasar musik, seperti melodi, harmoni, dan ritme. Pembelajaran yang diajarkan sesuai dengan ilmu musik konvensional sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memainkan musik dengan baik dan benar.
Mangandung Ritual in Batak Toba Society: A Musical and Cultural Perspective Rosmegawaty Tindaon; M Halim; Rina Oktavia; Martis Martis; Yasril Adha
Melayu Arts and Performance Journal Vol 9, No 1 (2026): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v9i1.30774

Abstract

Although ethnomusicological studies on Batak Toba traditions continue to develop, scholarly attention to the musical analysis of andung remains limited, particularly regarding its continuity and transformation within musical and cultural perspectives. This study examines the continuity and change of the mangandung ritual in Batak Toba funeral traditions, focusing on its musical dimensions. As a vocal expression of grief, andung embodies structured musical elements such as melody, rhythm, vocal ornamentation, and performance context. Using a qualitative ethnomusicological approach, this research employs field observation, in-depth interviews with tradition bearers, and audio-visual documentation. The analysis identifies patterns of continuity and transformation in andung singing. Findings reveal that while the ritual’s primary expressive function as a medium of lamentation is preserved, its musical characteristics have significantly changed. These include the simplification of melodic structures, reduced use of traditional ornamentation, and shifts in performance context influenced by modernization, religious practices, and contemporary funeral services. These changes reflect a dynamic negotiation between preservation and adaptation. The study underscores the importance of systematic documentation and pedagogical strategies to sustain the mangandung ritual and its transformation into andung as part of Batak Toba cultural heritage.