Bambang Wijaksana
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE ROLE OF PERSONS WITH DISABILITIES IN POLITICAL EDUCATION AND AWARENESS OF POLITICAL PARTICIPATION Yusnelli Yusnelli; Irwan Irwan; Nofridayati Nofridayati; Ade Syahputra; Bambang Wijaksana
International Journal of Teaching and Learning Vol. 3 No. 6 (2025): JUNE
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to find out The Role of Persons with Disabilities in Political Education and Awareness of Political Participation. The method of this research is descriptive, analytical, and critical. Therefore, the author can provide a comprehensive description of the Role of Persons with Disabilities in Political Education and Awareness of Political Participation. In this study, the author optimally uses two data sources related to this research, namely. Primary data sources and secondary data sources. The results of this study indicate that political awareness among people with disabilities is on the rise. However, challenges in terms of accessibility and support still significantly hinder their participation. Sustained efforts from governments, election organizers, and the public are needed to create an inclusive political environment and support the active involvement of people with disabilities.
Pertunjukan Biola Solo Dengan Repertoar Concerto In E Major Op. 8, Rv 269 La Primavera (The Four Season), Ijuk Dan A Town With An Ocean View Muhammad Maulidiz Zikri; Yasril Adha; Yade Surayya; Nora Anggraini; Bambang Wijaksana
Musica: Journal of Music Vol 6, No 1 (2026): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v6i1.6287

Abstract

Pertunjukan ini menyajikan repertoar musik dari berbagai era meliputi  karya musik klasik pada era Barok, Melayu dan populer yang dikemas dalam format pertunjukan biola solo dengan penekanan pada aspek estetika, teknik, dan ekspresi musikal. Repertoar dipilih secara selektif untuk  merepresentasikan kekayaan sejarah musik serta keberagaman budaya dan disajikan dengan pendekatan musikal yang berlandaskan kaidah musik konvensional. Pertunjukan diawali dengan karya klasik era Barok Concerto In E Major, Op. 8 Rv 269 karya Antonio Vivaldi pada tahun 1725. Karya ini merupakan bentuk komposisi musik programa yang menggambarkan suasana musim semi. Repertoar kedua merupakan karya musik Melayu berjudul Ijuk ciptaan Armadi raga yang dipopulerkan Iyeth Bustami pada tahun 2003. Karya ini memadukan unsur tradisi Melayu dengan gaya pop sehingga menghasilkan karakter musikal yang dinamis dan ekspresif. Repertoar ketiga adalah A Town with an Ocean View karya Joe Hisaishi, yang menghadirkan nuansa tenang dan penuh semangat melalui harmoni yang jernih dan ekspresi musikal yang kuat. Ketiga repertoar tersebut dibawakan dengan penerapan berbagai teknik permainan biola, antara lain trill, legato, arpeggio, double stop, spiccato, staccato, pizzicato, accent, shifting, ornamentasi, dan slur. Kombinasi teknik ini digunakan untuk merepresentasikan karakter musikal masing-masing karya secara optimal. Pementasan ini menjadi sarana eksplorasi artistik sekaligus perwujudan kemampuan interpretasi dan ekspresi dalam pertunjukan biola solo.
Pertunjukan Solis Klarinet Repertoar Concerto In B♭ Major, sTari Tualang Tiga, Dan Nuovo Cinema Paradiso Aspaula Rida; Nursyirwan; Bambang Wijaksana; Aluna
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1296

Abstract

Pertunjukan ini disusun dengan tujuan menghadirkan nuansa berbeda mulai dari perpaduan repertoar klasik, melayu dan popular dengan instrumen utama Klarinet. Repertoar pertama Concerto In B♭ Major karya Franz Anton Dimmler (1753-1827), menampilkan gaya klasik dengan penekanan struktur, melodi, dan dialog antara penyaji dengan pengiring. Repertoar kedua, Tari Tualang Tiga merupakan lagu melayu ciptaan Yusoff B dengan lirik yang di tulis oleh S. Sudarmaji, yang dipopulerkan oleh Dayang Nurfaizah dalam album Belagu (2021). Karya ini diarransemen ulang ke format klarinet dengan mempertahankan nuansa lincah dan melodi khas melayu. Repertoar ketiga Nuovo cinema Paradiso karya Ennio Marricone (1988), menghadirkan ekspresi dan sinematik yang kuat , dengan nuansa romantis dan nostalgia. Metode pertunjukan meliputi tahapan persiapan, rencana kegiatan, proses latihan individu maupun gabungan, serta cakupan pra-pertunjukan, pertunjukan, dan pasca-pertunjukan. Hasil penyajian menunjukkan bahwa setiap repertoar menuntut penguasaan teknik, implementasi dan kemampuan adaptasi solis ke dalam format orkestra.
Kreativitas Yusuf Gayos Dalam Mengembangkan Musik Tradisi Batang Hari Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi Chintiya Nopta Viani; Ade Syahputra; Wilma Sriwulan; Awerman Awerman; Bambang Wijaksana
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5992

Abstract

Musik tradisi sebagai warisan budaya takbenda menghadapi tantangan serius akibat perubahan sosial dan minimnya regenerasi pelaku seni. Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Yusuf Gayos tampil sebagai seniman yang berperan penting dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan musik tradisi melalui pendekatan kreatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kreativitas Yusuf Gayos dalam proses penciptaan, pengolahan musikal, serta transformasi unsur musik tradisi ke dalam karya kontemporer tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori kreativitas Graham Wallas, teori bentuk musik Karl Edmund Prier, serta konsep pelestarian budaya Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas Yusuf Gayos terwujud melalui pemanfaatan pola vokal Barzah, syair Melayu, teknik improvisasi, serta penggabungan instrumen tradisional dan modern dalam karya seperti Kaylana dan Menyeding Untung. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas seniman berperan strategis dalam menjaga keberlanjutan musik tradisi Batang Hari di tengah dinamika zaman
Laras Turonggo Seto (Ansambel Campuran) Chandra Sandiga; Rosmegawaty Tindaon; Bambang Wijaksana; Ferry Herdianto; Weldy Saputra
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5939

Abstract

Laras Turonggo Seto merupakan komposisi musik yang bersumber dari melodi tradisi Turonggo Seto dalam repertoar Kuda Lumping Aneka Turonggo. Karya ini digarap berdasarkan sistem laras pelog, slendro, dan madenda yang dikembangkan ke dalam bentuk musik fantasia dua bagian menggunakan media ansambel campuran. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan tahapan eksplorasi dan eksperimentasi musikal. Melodi tradisi diolah melalui teknik unisono, call and response, imitasi, serta augmentasi untuk membangun struktur dan karakter musikal karya. Unsur ladrang dihadirkan sebagai penguat identitas musikal Jawa dalam konteks komposisi kontemporer. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa pengolahan laras tradisional yang dipadukan dengan instrumen modern mampu menghasilkan ekspresi musikal baru tanpa menghilangkan nilai estetika dan karakter khas Turonggo Seto sebagai seni pertunjukan tradisi.
Ratok Sikambang Emil Arifin; Bambang Wijaksana; Ferry Herdianto; Ibnu Sina
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1482

Abstract

Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengembangkan Ratok Sikambang sebagai sumber penciptaan komposisi musik baru sekaligus sebagai strategi pelestarian tradisi. Proses penciptaan dilakukan dengan mengolah melodi syair Ratok Sikambang ke dalam bentuk komposisi dua bagian. Bagian pertama menyajikan tema pokok yang tetap merujuk pada karakter tradisional, sementara bagian kedua merupakan tahap pengembangan melalui eksplorasi motif, variasi ritme, serta pengolahan struktur musikal tanpa menghilangkan identitas aslinya. Metode yang digunakan meliputi observasi, studi pustaka, wawancara dengan pelaku tradisi, serta analisis musikal sebagai dasar transformasi kreatif.Hasil penciptaan ini diharapkan mampu menghadirkan karya komposisi yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga berperan sebagai dokumentasi dan bentuk konservasi budaya. Selain memperkaya repertoar musik tradisi lokal, karya ini juga membuka ruang dialog antara tradisi dan modernitas serta mendorong apresiasi generasi muda terhadap Ratok Sikambang sebagai identitas budaya masyarakat Pesisir Selatan.