Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mapping Digital Readiness: English Education Students’ Perceptions of ICT Use in Language Learning: Penelitian Maya Amelia; Mardiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7174

Abstract

This study investigated how English Education students at a private university in Banten, Indonesia perceive the use of Information and Communication Technology (ICT) in English language learning. As pre-service teachers who simultaneously function as ICT users and future classroom practitioners, these students occupy a uniquely significant position in the discourse on digital pedagogy. A descriptive quantitative approach was employed, with data collected from 60 active students through a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale. The instrument covered four dimensions: perceived usefulness, perceived ease of use, technical and institutional barriers, and pedagogical readiness for future teaching. Descriptive statistical analysis revealed that students generally hold positive perceptions of ICT use in language learning. Perceived usefulness received the highest mean score (M = 4.21, SD = 0.52), followed by ease of use (M = 3.96, SD = 0.61) and pedagogical readiness (M = 3.74, SD = 0.68). Technical and institutional barriers recorded the lowest score (M = 3.18, SD = 0.74), with students most frequently reporting unstable internet connections, limited device access, and insufficient pedagogical guidance as key obstacles. Notably, pedagogical readiness was rated at only a moderate level, indicating that practical familiarity with ICT as a learner does not automatically translate into confidence for designing and implementing ICT-based instruction in the future. These findings underscore the need for higher education institutions to go beyond providing infrastructure and to invest in structured, pedagogically grounded digital literacy training for pre-service teachers.
PENDAMPINGAN ENGLISH CLUB UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI BERBAHASA INGGRIS DI LINGKUNGAN MADRASAH ALIYAH KOTA CILEGON Izza Aisyah Nurmahati; Maya Amelia; ⁠Novy Yuliyanti; Latif Sufi Alhamdan; Pipin Hayadi; Arief Robi; ⁠Pilda Nugraha Firdaus; Romadhon Romadhon
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/servis.v4i2.229

Abstract

Kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa madrasah aliyah kerap terkendala minimnya kesempatan berlatih di luar kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pembentukan English Club perdana di MA Al-Khairiyah Citangkil, Cilegon, sebagai wahana pengembangan kompetensi berbahasa Inggris yang berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dalam dua pertemuan pada Maret 2026 bersama 35 siswa kelas 10 dan 11. Pertemuan pertama difokuskan pada pengenalan model kegiatan English Club melalui ice breaking, role play, dan workshop teknik dasar komunikasi berbasis pendekatan Communicative Language Teaching (CLT). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada kepercayaan diri berbicara bahasa Inggris, penguasaan kosakata, serta kemampuan menyusun kalimat sederhana dalam konteks komunikasi. Rata-rata skor kemampuan berbicara siswa meningkat dari 58,7 menjadi 74,3 (peningkatan 26,6%). Pertemuan kedua diarahkan pada pembentukan organisasi secara resmi, mencakup diskusi visi dan misi, pemilihan pengurus, penyusunan program kerja, serta seremoni peresmian. Tim pengabdi turut menyerahkan modul kegiatan sebagai panduan operasional English Club secara mandiri. Pihak sekolah menyambut antusias dan berkomitmen memberikan dukungan bagi keberlangsungan English Club.