Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utilizing Digital Storytelling and Social Media to Expand The Reach of Tourism Village Promotion: Pengabdian Firlie Lanovia Amir; Firman Sinaga; Febianti; Komang Trigita Juliastari; Komang Shanty Muni Parwati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7268

Abstract

Sektor pariwisata berbasis desa (desa wisata) di Bali memiliki potensi budaya dan alam yang luar biasa, namun serin The village-based tourism sector (tourist villages) in Bali has extraordinary cultural and natural potential, but often faces obstacles in the effectiveness of promotion and market reach. This Community Service (PkM) aims to increase the capacity of tourism village managers in expanding promotional reach through the use of Digital Storytelling and social media. The use of digital narrative methods is considered to provide a stronger emotional value for potential tourists compared to conventional promotions. Partners in this activity are tourism awareness groups (Pokdarwis) and tourism village managers in Bali. The implementation method of the activity includes three main stages: (1) training in creating storytelling-based content, (2) technical assistance in optimizing social media (such as Instagram, TikTok, and YouTube), and (3) evaluation and monitoring of content sustainability. The results of this PkM activity show an 85% increase in partners' understanding in creating engaging digital narratives, as well as an increase in interaction (engagement rate) on tourism village social media after the program implementation. Through this activity, partner tourism villages are now able to independently produce authentic and creative promotional content, which in turn contributes to expanding market reach and increasing tourist visits. gkali menghadapi kendala dalam efektivitas promosi dan jangkauan pasar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam memperluas jangkauan promosi melalui penggunaan Digital Storytelling dan media sosial. Penggunaan metode narasi digital dianggap memberikan nilai emosional yang lebih kuat bagi calon wisatawan dibandingkan dengan promosi konvensional. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok penyadar pariwisata (Pokdarwis) dan pengelola desa wisata di Bali. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi tiga tahap utama: (1) pelatihan dalam membuat konten berbasis storytelling, (2) bantuan teknis dalam mengoptimalkan media sosial (seperti Instagram, TikTok, dan YouTube), dan (3) evaluasi dan pemantauan keberlanjutan konten. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan peningkatan pemahaman mitra sebesar 85% dalam menciptakan narasi digital yang menarik, serta peningkatan interaksi (tingkat keterlibatan) di media sosial desa wisata setelah pelaksanaan program. Melalui kegiatan ini, desa-desa wisata mitra kini mampu secara mandiri memproduksi konten promosi yang autentik dan kreatif, yang pada gilirannya berkontribusi pada perluasan jangkauan pasar dan peningkatan kunjungan wisatawan.
PERAN GASTRONOMIC WALKING TOUR DALAM PROMOSI KULINER LOKAL DI KAWASAN HERITAGE UBUD Febianti; Ida Bagus Ketut Soma Antara; Ni Luh Putu Intan Nirmalasari; Nyoman Agus Tri Mandala; Febianti Febianti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas gastronomic walking tour sebagai strategi promosi kuliner lokal di kawasan heritage Ubud, Bali. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini menggabungkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku kuliner, serta penyebaran kuesioner kepada 25 peserta untuk menilai persepsi, pengalaman, dan dampak kegiatan terhadap promosi kuliner lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian destinasi kuliner yang dikunjungi—mulai dari olahan kelapa di Tukies Coconut Ice Cream, kopi Bali di Bali Star Coffee, kuliner rumahan di Warung Seroja, jajanan pasar di Pasar Ubud, hingga nasi campur Bali di Adi Warung—mewakili keragaman gastronomi Ubud yang bercirikan keaslian dan konteks budaya yang kuat. Respon peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, terutama pada aspek narasi budaya pemandu (mean = 4,67), interaksi dengan pelaku kuliner (mean = 4,50), dan efektivitas tour sebagai strategi promosi (mean = 4,50). Pelaku kuliner memandang walking tour sebagai peluang untuk meningkatkan visibilitas usaha, memperkenalkan cerita budaya di balik hidangan, serta memperluas jaringan konsumen melalui interaksi langsung dengan wisatawan. Analisis keseluruhan menunjukkan bahwa efektivitas walking tour ditopang oleh pengalaman langsung, kekuatan narasi budaya, keterlibatan pelaku kuliner, dan potensi amplifikasi digital melalui dokumentasi peserta. Dengan demikian, gastronomic walking tour terbukti menjadi pendekatan yang relevan dan berkelanjutan untuk memperkuat promosi kuliner lokal, memperkaya pengalaman wisatawan, serta mendukung pelestarian identitas gastronomi Ubud