Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKATKAN HASIL BELAJAR IPAS DI SEKOLAH DASAR Paris Naofel Ramadhan; Serly Safitri; Yanti Fitria; Arwin Arwin
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.2107

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in science subjects through the implementation of the Numbered Heads Together (NHT) model at SDN 01 Bandar Buat. The main problem in this study is the low learning achievement where 57.14% of students have not reached the KKTP, which indicates a systemic problem in the form of passive attitudes and uneven participation. Method: This Classroom Action Research (CAR) was conducted in two cycles on 28 fifth grade students. Data were collected through activity observations and learning outcome tests. Results: The implementation of the NHT model significantly improved learning outcomes, marked by an increase in the class average score from 74.00 in cycle I to 83.00 in cycle II. Teacher and student activities also showed consistent progress to reach the very good category. Novelty: This study shows that individual responsibility structured in the NHT model is effective in minimizing systemic problems such as passive attitudes and inequality in student participation in science learning integrated into the Independent Curriculum.
Penguatan Kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak melalui Perangkat Pembelajaran dan Manajemen Sekolah Tanggap Bencana Berbasis Kearifan Lokal Leni Zahara; Arwin Arwin; Bunga Febrimora Hendri; Ary Kiswanto Kenedi; Asna Mardin; Sherlyane Hendri; Yesi Anita; Nurul Husna Zakiyah; Atika Ulya Akmal; Azizah Gusdelia
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.186

Abstract

Sekolah dasar di Nagari Guguak Tabek Sarojo dan Koto Gadang, Kabupaten Agam, berada pada wilayah rawan banjir dan tanah longsor, tetapi kompetensi guru dalam pembelajaran kebencanaan serta kesiapan manajemen sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak dalam menyusun perangkat pembelajaran kebencanaan berbasis kearifan lokal dan membangun sistem manajemen sekolah tanggap bencana. Kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan, lokakarya, pendampingan, dan simulasi partisipatif yang melibatkan 42 guru dari lima sekolah dasar. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi, angket respons, penilaian perangkat, penilaian dokumen manajemen, dan observasi simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 49,77 menjadi 86,21. Sebanyak 85,7% guru mampu menyusun perangkat pembelajaran sesuai kriteria, dan dihasilkan lima paket perangkat pembelajaran dengan nilai kelayakan rata-rata 90,00%. Seluruh sekolah mitra berhasil menyusun prosedur operasional kebencanaan, membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah, menetapkan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta melaksanakan simulasi. Respons peserta mencapai 94,31% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi pedagogis yang dipadukan dengan penataan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal efektif mendukung terwujudnya sekolah tanggap bencana yang kontekstual dan berkelanjutan.