Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak melalui Perangkat Pembelajaran dan Manajemen Sekolah Tanggap Bencana Berbasis Kearifan Lokal Leni Zahara; Arwin Arwin; Bunga Febrimora Hendri; Ary Kiswanto Kenedi; Asna Mardin; Sherlyane Hendri; Yesi Anita; Nurul Husna Zakiyah; Atika Ulya Akmal; Azizah Gusdelia
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.186

Abstract

Sekolah dasar di Nagari Guguak Tabek Sarojo dan Koto Gadang, Kabupaten Agam, berada pada wilayah rawan banjir dan tanah longsor, tetapi kompetensi guru dalam pembelajaran kebencanaan serta kesiapan manajemen sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak dalam menyusun perangkat pembelajaran kebencanaan berbasis kearifan lokal dan membangun sistem manajemen sekolah tanggap bencana. Kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan, lokakarya, pendampingan, dan simulasi partisipatif yang melibatkan 42 guru dari lima sekolah dasar. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi, angket respons, penilaian perangkat, penilaian dokumen manajemen, dan observasi simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 49,77 menjadi 86,21. Sebanyak 85,7% guru mampu menyusun perangkat pembelajaran sesuai kriteria, dan dihasilkan lima paket perangkat pembelajaran dengan nilai kelayakan rata-rata 90,00%. Seluruh sekolah mitra berhasil menyusun prosedur operasional kebencanaan, membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah, menetapkan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta melaksanakan simulasi. Respons peserta mencapai 94,31% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi pedagogis yang dipadukan dengan penataan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal efektif mendukung terwujudnya sekolah tanggap bencana yang kontekstual dan berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Sosial-Emosional Guru Menuju Sekolah Percontohan Anti-Perundungan di SD Pembangunan Laboratorium UNP Leni Zahara; Ary Kiswanto Kenedi; Yesi Anita; Anisa Yudita; Arinda Frismelly; Atika Ulya Akmal; Azizah Gusdelia; Nurul Husna Zakiyah; Asna Mardin
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.197

Abstract

Perundungan di sekolah dasar memerlukan penanganan sistematis karena dapat mengganggu rasa aman, hubungan sosial, konsentrasi belajar, dan kesejahteraan psikologis peserta didik. Kondisi awal di SD Pembangunan Laboratorium UNP menunjukkan bahwa pemahaman guru mengenai perundungan, kemampuan deteksi dini, dan strategi penanganan berbasis sosial-emosional masih terbatas, serta belum tersedia prosedur operasional standar pencegahan dan penanganan perundungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi sosial-emosional guru dan membangun sistem sekolah anti-perundungan yang terstruktur. Program dilaksanakan melalui pelatihan selama dua hari dan empat kali pendampingan yang melibatkan 24 guru. Metode kegiatan mencakup pemaparan materi, analisis kasus, permainan peran, refleksi, penyusunan strategi kelas aman, pengembangan prosedur, serta pembentukan Tim Anti-Perundungan Sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, observasi simulasi, angket respons, serta penilaian produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 52,83 menjadi 87,42. Sebanyak 87,5% guru memperoleh kategori baik atau sangat baik dalam simulasi penanganan kasus, sedangkan produk program memperoleh nilai kelayakan 91,83%. Respons peserta mencapai 95,97% dengan kategori sangat baik. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi sosial-emosional yang disertai pembentukan sistem sekolah dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam–STEAM Menuju Sekolah Unggul di SD Pembangunan Laboratorium UNP Melva Zainil; Ary Kiswanto Kenedi; Nurhafizah Nurhafizah; Siti Ainim Liusti; Ika Parma Dewi; Dea Stivani Suherman; Asna Mardin; Nurul Husna Zakiyah; Azizah Gusdelia
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.198

Abstract

SD Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembelajaran inovatif, tetapi pemahaman guru mengenai pembelajaran mendalam dan pendekatan STEAM, kemampuan merancang proyek, serta sistem manajemen pembelajaran masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbasis STEAM serta memperkuat manajemen pembelajaran sekolah menuju sekolah unggul STEAM. Program dilaksanakan melalui pelatihan selama dua hari dan empat kali pendampingan yang melibatkan 24 guru. Kegiatan mencakup pemaparan materi, lokakarya penyusunan perangkat ajar, pengembangan asesmen autentik, praktik microteaching, penyusunan panduan implementasi, pembentukan Tim Pengembang STEAM, dan pengembangan instrumen monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, observasi microteaching, angket respons, serta penilaian perangkat dan produk program. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 51,50 menjadi 87,67. Sebanyak 87,5% guru mampu menyusun perangkat dengan kategori baik atau sangat baik, hasil microteaching mencapai 89,75%, dan kelayakan produk memperoleh nilai 92,50%. Respons peserta mencapai 96,25% dengan kategori sangat baik. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan terstruktur efektif memperkuat kompetensi guru dan manajemen pembelajaran sebagai dasar pengembangan sekolah unggul STEAM.