Sekolah dasar di Nagari Guguak Tabek Sarojo dan Koto Gadang, Kabupaten Agam, berada pada wilayah rawan banjir dan tanah longsor, tetapi kompetensi guru dalam pembelajaran kebencanaan serta kesiapan manajemen sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak dalam menyusun perangkat pembelajaran kebencanaan berbasis kearifan lokal dan membangun sistem manajemen sekolah tanggap bencana. Kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan, lokakarya, pendampingan, dan simulasi partisipatif yang melibatkan 42 guru dari lima sekolah dasar. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi, angket respons, penilaian perangkat, penilaian dokumen manajemen, dan observasi simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 49,77 menjadi 86,21. Sebanyak 85,7% guru mampu menyusun perangkat pembelajaran sesuai kriteria, dan dihasilkan lima paket perangkat pembelajaran dengan nilai kelayakan rata-rata 90,00%. Seluruh sekolah mitra berhasil menyusun prosedur operasional kebencanaan, membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah, menetapkan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta melaksanakan simulasi. Respons peserta mencapai 94,31% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi pedagogis yang dipadukan dengan penataan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal efektif mendukung terwujudnya sekolah tanggap bencana yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026