Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Instrumen Keuangan Sosial Islam dalam Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Indonesia Muhammad Yoga Siregar; Yusril Amin Gultom; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/m4d8wy72

Abstract

Kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi masih menjadi permasalahan yang dihadapi dalam proses pembangunan di Indonesia. Dalam perspektif ekonomi Islam, upaya mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan instrumen keuangan sosial Islam yang meliputi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran instrumen keuangan sosial Islam dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, laporan lembaga terkait, serta dokumen pendukung lainnya yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat berperan dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung program pemberdayaan ekonomi produktif. Infak dan sedekah berkontribusi dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan, sedangkan wakaf produktif memiliki potensi besar dalam menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan aset yang produktif. Namun demikian, optimalisasi keuangan sosial Islam masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan kapasitas kelembagaan, dan belum maksimalnya pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola, peningkatan transparansi, serta sinergi antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan sosial Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa instrumen keuangan sosial Islam memiliki potensi yang signifikan dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Implementasi Maqashid Syariah dalam Pendayagunaan Dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) Melalui Program Zakat Produktif Pada Baznas Kabupaten Tapanuli Tengah Yusril Amin Gultom; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/vgpqsp12

Abstract

Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung tercapainya tujuan maqashid syariah. BAZNAS Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai lembaga resmi pengelola zakat berupaya menghimpun dan menyalurkan dana ZIS kepada mustahik melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi maqashid syariah dalam pengelolaan dana ZIS pada BAZNAS Kabupaten Tapanuli Tengah, mengidentifikasi peran dana ZIS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik, serta mengkaji kontribusinya terhadap pencapaian tujuan maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana ZIS pada BAZNAS Kabupaten Tapanuli Tengah telah mencerminkan implementasi maqashid syariah, khususnya pada aspek hifz al-mal (perlindungan harta), melalui penghimpunan dan penyaluran dana yang dilakukan sesuai prinsip syariah. Dana ZIS yang disalurkan memberikan kontribusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, mengurangi beban ekonomi masyarakat kurang mampu, serta mendukung terciptanya pemerataan kesejahteraan sosial. Selain itu, pengelolaan dana ZIS juga berkontribusi dalam memperkuat fungsi sosial harta, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong terwujudnya kemaslahatan masyarakat. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa penghimpunan dana zakat masih didominasi oleh sektor tertentu dan penyaluran dana masih lebih banyak berorientasi pada bantuan konsumtif dibandingkan program pemberdayaan ekonomi produktif. Diperlukan penguatan program pemberdayaan ekonomi, perluasan sumber penghimpunan dana, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Konsep Negara Kesejahteraan dalam Persepktif Ekonomi Islam : Analisis Pemikiran M. Umer Chapra Yusril Amin Gultom; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of the welfare state is an important topic in modern economic development, especially for developing countries that continue to struggle with poverty, social inequality, and limitations in the effectiveness of social policies. In the context of Islamic economics, welfare is understood more comprehensively—not only focusing on the fulfillment of physical needs, but also encompassing social, moral, and spiritual aspects grounded in Islamic teachings. This article discusses the ideas of M. Umer Chapra regarding the welfare state from the perspective of Islamic economics and their relevance to Indonesia’s current situation. This study adopts a qualitative approach with a library research method, in which information is gathered from M. Umer Chapra’s primary writings and scientific journals related to the themes of the welfare state and Islamic economics. Data analysis is conducted using content analysis techniques to systematically examine Chapra’s thoughts, arguments, and conceptual framework. The findings indicate that M. Umer Chapra’s perspective on the welfare state emphasizes comprehensive sustainability, encompassing material, social, and moral dimensions, with the state playing a central role in directing the economic system to operate ethically and sustainably. Chapra’s ideas are considered relevant to Indonesia, which constitutionally adopts the principles of a welfare state but in practice still faces various challenges, such as social inequality, limited access to social policies, and a tendency toward consumptive welfare programs. Therefore, the welfare state concept proposed by M. Umer Chapra can serve as a conceptual reference in enriching discussions and developing more sustainable welfare policies in Indonesia.   Konsep negara kesejahteraan adalah topik penting dalam kemajuan ekonomi modern, terutama bagi negara-negara berkembang yang masih berjuang melawan kemiskinan, ketidakadilan sosial, dan keterbatasan dalam efektivitas kebijakan sosial. Dalam konteks ekonomi Islam, kesejahteraan dipahami dengan lebih luas, tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga meliputi aspek sosial, moral, dan spiritual yang berdasarkan pada ajaran Islam. Artikel ini membahas ide-ide M. Umer Chapra terkait negara kesejahteraan dari sudut pandang ekonomi Islam dan relevansinya terhadap situasi Indonesia saat ini. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka, di mana informasi diambil dari tulisan-tulisan utama M. Umer Chapra dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tema negara kesejahteraan dan ekonomi Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menelaah pemikiran, argumen, dan struktur konseptual Chapra secara sistematis. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa pandangan M. Umer Chapra tentang negara kesejahteraan menekankan keberlangsungan yang komprehensif, mencakup aspek material, sosial, dan moral, dengan peran negara sebagai pemain utama dalam mengarahkan sistem ekonomi agar beroperasi secara etis dan berkelanjutan. Pemikiran Chapra dianggap relevan dengan situasi Indonesia yang secara konstitusi mengadopsi prinsip negara kesejahteraan, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakadilan sosial, keterbatasan akses terhadap kebijakan sosial, serta kecenderungan pada kebijakan kesejahteraan yang bersifat konsumtif. Oleh karena itu, gagasan tentang negara kesejahteraan dari M. Umer Chapra dapat menjadi acuan konseptual dalam memperkaya diskusi dan pengembangan kebijakan kesejahteraan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.