Atlet futsal sering sekali mengalami masalah dalam mindset mereka, masalah ini muncul ketika atlet memiliki perbedaan mindset dimana Fixed mindset membuat atlet cenderung mudah menyerah saat tertinggal atau menyalahkan keadaan saat melakukan kesalahan. Sebaliknya, Growth mindset yang dimana atlet meyakini bisa menjaga stabilitas mindset bertanding atlet agar tetap fokus pada evaluasi dan peningkatan peforma. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh antara Growth mindset dan Fixed mindset terhadap atlet futsal putra universitas. Penilitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan desaign deskriptif komparitif untuk membandingkan skor Growth mindset dan Fixed mindset pada atlet futsal universitas, perbandingan di lakukan untuk mengetahui kecenderungan mindset yang lebih dominan pada atlet futsal universitas. lalu subjek pada penelitian ini terdiri dari 20 atlet futsal universitas. Kemudian penulis menggunakan instrumen Revised Implicit Theories of Intelligence (self-theory) Scale yang terdiri dari 8 item pertanyaan untuk mengukur pola pikir atlet futsal universitas, kemudian data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dengan skala likers 4 poin, analisis data di lakukan menggunakan uji komparitif dengan bantuan SPSS Versi 29 untuk membandingkan mendset atlet futsal universitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara atlet yang memiliki Growth mindset di bandingkan dengan atlet yang memiliki Fixed mindset. Atlet dengan Growth mindset memiliki mental yang lebih stabil di bandingkan dengan atlet yang memiliki Fixed mindset. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pikir berkembang memiliki kaitan erat dengan peningkatan mindset kompetitif pada atlet futsal universitas. Sehingga penelitian ini menyarankan agar pelatih untuk mulai mengintegrasikan latihan aspek psikologi yang mendorong pembentukan Growt mindset seperti memberikan umpan balik yang berfokus pada proses bukan hanya pada hasil akhir.