Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Literasi Keuangan Syariah dalam Mendorong Perilaku Konsumsi Islami Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Kurnia Dwi Lestari; Firman Setiawan
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 2 No. 3: January - March 2026
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v2i3.184

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memahami peran literasi keuangan syariah dalam membentuk perilaku konsumsi Islami di kalangan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman literasi keuangan syariah menyebabkan perilaku konsumtif. Sebaliknya, mahasiswa yang memahami literasi keuangan syariah cenderung lebih bijak, sederhana, dan mempertimbangkan aspek halal-haram. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi literasi keuangan syariah dalam membentuk karakter keuangan mahasiswa yang bertanggung jawab secara moral dan spiritual melalui kurikulum pendidikan yang relevan.
Analisis Tingkat Pemahaman Pelaku UMKM Terhadap Sertifikasi Halal: Studi Pada Pelaku UMKM Makanan Di Wisata Kuliner Kodam Surabaya Hasna Tufi Laili; Firman Setiawan
Journal of Management, Accounting, and Administration Vol. 3 No. 1: July - September 2026
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jomaa.v3i1.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan di Wisata Kuliner Kodam Surabaya memahami sertifikasi halal. Sertifikasi halal merupakan kewajiban hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014, namun masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami konsep dan prosedurnya secara utuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman, meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM sudah menyadari pentingnya produk halal, tetapi pemahaman mereka masih terbatas pada bahan yang berlabel halal. Mereka belum mengetahui proses sertifikasi secara lengkap, seperti audit, dokumen legal, dan aturan hukum. Kurangnya informasi, sosialisasi, serta keterbatasan waktu dan biaya menjadi kendala utama. Pelaku UMKM juga beranggapan bahwa kehalalan cukup ditentukan oleh niat dan kebersihan, bukan dari sertifikasi resmi. Penelitian ini menyarankan agar sosialisasi tentang sertifikasi halal dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan berbasis komunitas, agar lebih mudah dipahami oleh pelaku UMKM.
Evaluating Halal Certification Assessment on Madurese Tourism Destination Shofiyun Nahidloh; Lailatul Qadariyah; Firman Setiawan; Trischa Relanda Putra; Tri Pujiati
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v20i2.14913

Abstract

This study assesses halal certification and implementation of halal tourism practices in selected tourist destinations on Madura Island, Indonesia, namely Pasarean Syaikhona Kholil, Asta Tinggi, Lon Malang Beach and Bukit Tinggi Daramista. Using a qualitative case study design, data were gathered through in-depth interviews, focus group discussions, participant observation and document analysis and were evaluated using halal tourism indicators derived from Islamic jurisprudence, national halal certification regulations, and ulama-based guidelines. The findings indicate that although these destinations do not formally designate themselves as halal tourism sites, they have substantially integrated halal tourism principles into their management and services as reflected in the availability of halal food and beverages, adequate worship facilities, cleanliness and sanitation, the absence of non-halal activities and strong managerial commitment to Islamic values supported by religious authorities. From the perspective of Islamic law particularly through the framework of maqāṣid asy-syarī’ah, fiqh mu’āmalah and fiqh al-ʿādāt, these practices demonstrate substantive compliance with Syarī’ah objectives in safeguarding religious observance, public welfare, moral integrity and economic justice. Nevertheless, the persistence of partial halal certification, limited disability-friendly infrastructure and fragmented Islamic information systems underscores the need for gradual institutional strengthening, improved regulatory coordination and closer collaboration with halal certification authorities to enhance the sustainability and legal certainty of halal tourism development in Madura.