Nurul Handayani
Universitas Muhammadiyah Sorong

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN TATA BAHASA DALAM TULISAN PEMBELAJARAN BIPA Maria Marchiana Abat Lelangluan; Mariance Mambrasar; Nurul Handayani
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.12361

Abstract

Grammatical errors remain one of the most common problems encountered in the writing skills of learners of Indonesian as a Foreign Language (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, BIPA). These errors may affect the clarity of communication and indicate difficulties in the process of second language acquisition. Therefore, this study aims to analyze the types of grammatical errors found in BIPA learners’ writing and to identify the factors contributing to such errors. This study employed a descriptive qualitative approach using the error analysis method. The research data consisted of written texts produced by BIPA learners and were collected through documentation techniques. Data were analyzed through the stages of identification, classification, and description of errors based on morphological and syntactic aspects. The findings revealed five categories of grammatical errors, namely affixation errors (35%), preposition errors (22%), sentence structure errors (18%), subject–predicate errors (15%), and conjunction errors (10%). Among these, affixation errors were the most dominant. The factors contributing to these errors included first-language interference, limited mastery of Indonesian grammatical rules, and the ongoing process of second language acquisition. The findings indicate that greater emphasis should be placed on teaching affixation and sentence structure in BIPA programs. This study provides practical implications for BIPA instructors in designing more effective grammar-learning strategies to improve learners’ writing proficiency. ABSTRAK Kesalahan tata bahasa masih menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam keterampilan menulis pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kesalahan tersebut dapat memengaruhi kejelasan pesan dan menunjukkan adanya kendala dalam proses pemerolehan bahasa kedua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan tata bahasa yang terdapat dalam tulisan pembelajar BIPA serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis kesalahan berbahasa. Data penelitian berupa tulisan pembelajar BIPA yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi kesalahan berdasarkan aspek morfologi dan sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan tata bahasa yang ditemukan meliputi kesalahan afiksasi (35%), preposisi (22%), struktur kalimat (18%), hubungan subjek dan predikat (15%), serta konjungsi (10%). Kesalahan afiksasi merupakan jenis kesalahan yang paling dominan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan meliputi interferensi bahasa pertama, keterbatasan penguasaan kaidah tata bahasa Indonesia, serta proses pemerolehan bahasa kedua yang masih berlangsung. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa aspek afiksasi dan struktur kalimat perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengajar BIPA dalam merancang strategi pembelajaran tata bahasa yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis pembelajar.
PEMANFAATAN AI GENERATIF DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI SISWA SMA Nurul Handayani; Mila Kelbarin; Oktavia Vanessa Moai
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12337

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has created new opportunities in education, particularly in writing instruction. This study aimed to analyze the effect of generative AI utilization on improving senior high school students’ argumentative writing skills. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 30 eleventh-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through argumentative writing tests assessed based on content and idea development, text organization, argument quality, vocabulary use, and language accuracy. The data were analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The findings revealed that the students’ mean score increased from 68.43 in the pretest to 82.17 in the posttest. The paired sample t-test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in students’ writing performance before and after the implementation of generative AI. The highest improvement was found in the quality of argumentation, followed by idea development and text organization. These findings suggest that generative AI can serve as an effective learning tool to assist students in developing ideas, constructing logical arguments, and improving the quality of argumentative writing. Therefore, the integration of generative AI in Indonesian language learning can be considered an innovative instructional strategy that aligns with the demands of 21st-century education while maintaining academic integrity and fostering critical thinking skills. ABSTRAK Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah memberikan peluang baru dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran menulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan AI generatif terhadap peningkatan keterampilan menulis teks argumentasi siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental berupa one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XI SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks argumentasi yang dinilai berdasarkan aspek isi dan pengembangan gagasan, organisasi teks, kualitas argumentasi, penggunaan kosakata, dan kaidah kebahasaan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa meningkat dari 68,43 pada tahap pretest menjadi 82,17 pada tahap posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis siswa sebelum dan sesudah pemanfaatan AI generatif. Peningkatan terbesar ditemukan pada aspek kualitas argumentasi, diikuti oleh pengembangan gagasan dan organisasi teks. Temuan ini menunjukkan bahwa AI generatif dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membantu siswa mengembangkan ide, menyusun argumen yang logis, serta meningkatkan kualitas tulisan argumentatif. Oleh karena itu, integrasi AI generatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, dengan tetap memperhatikan aspek etika akademik dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.
DINAMIKA BAHASA DIGITAL: ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA PADA MEDIA SOSIAL GENERASI Z Nurul Handayani; Nur Aisyah Macap; Maria Hamar
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12133

Abstract

The development of digital technology has transformed communication patterns in society, particularly among Generation Z, who use social media as their primary means of interaction. The intensive use of platforms such as TikTok, Instagram, and WhatsApp has encouraged the emergence of various forms of digital language variation. Although studies on social media language have been widely conducted, research specifically examining the forms, functions, and influencing factors of language use among Generation Z remains limited. This study aims to describe the forms of language use, the functions of language use, and the factors influencing language use on social media among Generation Z. The research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, documentation, and interviews with social media users, consisting of 30 purposively selected utterances. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Generation Z's language use on social media is characterized by diverse linguistic variations that are creative and adaptive. This language use functions as a means of communication, self-expression, and social identity construction. The study also reveals that technological advancements, digital culture, and social environments are the primary factors influencing Generation Z's language practices on social media. These findings contribute to the development of digital sociolinguistic studies and provide insights for strengthening Indonesian language literacy in the social media era. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat, khususnya Generasi Z yang menjadikan media sosial sebagai sarana utama berinteraksi. Intensitas penggunaan platform seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp mendorong munculnya berbagai bentuk variasi bahasa digital yang semakin berkembang. Meskipun penelitian mengenai bahasa media sosial telah banyak dilakukan, kajian yang secara khusus menganalisis bentuk, fungsi, dan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa pada Generasi Z masih perlu diperluas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan bahasa, fungsi penggunaan bahasa, serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa pada media sosial Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap pengguna media sosial, dengan jumlah data sebanyak 30 tuturan yang dianalisis secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Generasi Z di media sosial ditandai oleh munculnya berbagai variasi bahasa yang bersifat kreatif dan adaptif. Penggunaan bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana komunikasi, ekspresi diri, dan pembentukan identitas sosial. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, budaya digital, dan lingkungan sosial menjadi faktor utama yang memengaruhi pola penggunaan bahasa Generasi Z di media sosial. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian sosiolinguistik digital serta menjadi bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan literasi bahasa Indonesia di era media sosial.
Puisi untuk Literasi Berbasis Budaya di SMP Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong Risma Alam; Nurhikmah Nurhikmah; Nurul Handayani; Ibrahim Hulihuli; Ainun Mardiah
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1420

Abstract

Literasi merupakan kompetensi penting dalam pendidikan abad ke-21 yang berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan komunikasi peserta didik. Salah satu strategi penguatan literasi yang dapat dilakukan di sekolah adalah melalui kegiatan literasi sastra berbasis budaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan literasi siswa melalui kegiatan puisi berbasis budaya di SMP Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dan edukatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan membaca dan menulis puisi. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Peserta kegiatan adalah 30 siswa kelas VII dan VIII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi siswa pada beberapa aspek penulisan puisi, yaitu kemampuan menentukan tema puisi dari 46% menjadi 83%, penggunaan diksi dari 42% menjadi 80%, kreativitas isi puisi dari 44% menjadi 82%, struktur puisi dari 40% menjadi 76%, serta kepercayaan diri membaca puisi dari 50% menjadi 88%. Selain itu, tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan literasi juga tergolong tinggi, dengan persentase partisipasi mencapai 83–100%. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi berbasis puisi yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri mereka dalam mengekspresikan gagasan melalui karya sastra.