Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesenjangan Antara Paradigma Toleransi dan Realitas Konflik dalam Masyarakat Majemuk Nofrianti Enliyani Tualaka; Aprilia Mengga; Jidro Alfindo Sabuin; Enjelili Rambu Tega Wuasu; Priska Aprilia Leo; Fransiska Yanti Nggeong
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.991

Abstract

Penelitian ini membahas kesenjangan antara paradigma toleransi dan realitas konflik dalam masyarakat majemuk, khususnya dalam kehidupan antarumat beragama di Indonesia. Toleransi pada dasarnya merupakan sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan agama, budaya, serta pandangan hidup demi terciptanya kehidupan yang harmonis. Namun, dalam praktiknya masih sering terjadi konflik sosial, diskriminasi, penolakan pendirian rumah ibadah, dan berbagai bentuk intoleransi yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara nilai toleransi yang diajarkan dengan realitas sosial yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman terhadap keberagaman, fanatisme yang berlebihan, prasangka sosial, serta kurangnya interaksi antarumat beragama menjadi faktor utama munculnya konflik dalam masyarakat majemuk. Di sisi lain, Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap sesama, dan sikap toleransi sebagaimana diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Tokoh agama, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun dialog, memperkuat kerja sama sosial, serta menciptakan budaya hidup damai di tengah keberagaman. Dengan demikian, penerapan nilai toleransi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Mengimplementasikan Strategi Pendidikan Agama Kristen bagi Guru pada Peserta Didik yang Majemuk Pe Demas Haba Ratu; Anggreni Tamal Nenohai; Rosalia Laata; Maya Novita Mbura; Sefanya Mera Loinati; Fransiska Yanti Nggeong
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.984

Abstract

Kemajemukan peserta didik merupakan realitas yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan modern. Setiap siswa membawa latar belakang budaya, gaya belajar, tingkat kemampuan, serta pengalaman rohani yang berbeda-beda ke dalam ruang kelas. Kondisi ini menuntut guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) untuk tidak sekadar menyampaikan materi secara seragam, melainkan mengembangkan strategi pembelajaran yang kontekstual, responsif, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi strategi PAK yang efektif dalam menghadapi kemajemukan peserta didik, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru, serta menemukan solusi berbasis landasan teologis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur teologi, pedagogi, dan psikologi pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajemukan peserta didik mencakup dimensi kognitif, afektif, sosial-budaya, dan spiritual yang harus direspons secara holistik. Strategi PAK yang efektif meliputi pembelajaran diferensiasi, pendekatan kontekstual, metode dialogis, dan integrasi nilai Alkitabiah dalam setiap aktivitas pembelajaran. Secara teologis, kemajemukan dipandang sebagai anugerah Allah yang memperkaya komunitas belajar, sebagaimana tubuh Kristus terdiri dari anggota-anggota yang beragam namun saling melengkapi (1 Korintus 12:12-27). Dengan demikian, implementasi strategi PAK yang tepat tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga membangun karakter Kristiani yang inklusif dan penuh kasih.