Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intergranular Corrosion Rate Analysis of UNS N06625 Overlay Material Based on ASTM G28-2024 Testing Adi Syahputra Purba; Mutia Amalia; Rona Cuana; Nur Fitria Pujo Leksonowati; Abdul Aziz Al Hakim Panjaitan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 10 No. 1 (2026): June 2026 Edition
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v10i1.17259

Abstract

Intergranular corrosion is one of the degradation mechanisms that can reduce the reliability of nickel-based alloy materials in corrosive environments. UNS N06625 is well known for its excellent corrosion resistance due to the presence of alloying elements such as chromium, nickel, and molybdenum, which promote the formation of a stable passive layer. This study aims to determine the intergranular corrosion rate of UNS N06625 overlay material based on the ASTM G28-2024 Method A testing standard. Corrosion testing was conducted by immersing specimens in a corrosive solution at boiling temperature for 120 hours, and the corrosion rate was calculated using the mass loss method. The results indicate an intergranular corrosion rate of 0.454 mm/year, demonstrating excellent corrosion resistance. The low corrosion rate is associated with the stability of the microstructure and the effectiveness of the passive oxide layer in inhibiting corrosion processes. Therefore, UNS N06625 overlay material is considered suitable for applications in highly corrosive environments.
Sosialisasi Higienitas dan Standar Produksi pada Makanan UMKM “Kue Makcik Cam” Fatima Sari Ritonga; Erna Juwita; Rona Cuana; Khalila Husna Sari; Agustina Ginting
Jurnal Vokasi Vol 10, No 2 (2026): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i2.9306

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih banyak pelaku usaha makanan yang menghadapi kendala dalam penerapan higienitas, sanitasi, dan standar produksi pangan. UMKM Kue Makcik Cam yang berlokasi di Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, merupakan salah satu usaha yang telah berupaya menerapkan prinsip higienitas dalam proses produksi maupun penjualan produk kuenya. Namun, jumlah pekerja yang cukup banyak dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam memerlukan penguatan pemahaman serta kesadaran yang berkelanjutan terkait pentingnya penerapan higiene dan sanitasi pangan dalam setiap tahapan kerja.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen para pekerja terhadap praktik higienitas yang baik di lingkungan kerja. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, penyuluhan, diskusi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan diawali dengan identifikasi permasalahan melalui observasi dan wawancara, dilanjutkan dengan penyampaian materi, pendampingan penerapan higienitas dalam proses produksi, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pekerja mengenai pentingnya higienitas dan sanitasi pangan, peningkatan kesadaran pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri selama proses produksi, serta penggunaan kemasan yang lebih higienis. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas proses produksi dan keamanan produk makanan yang dihasilkan. Dengan demikian, sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan dapat meningkatkan kesadaran pekerja, diharapkan kualitas dan keamanan produk Kue Makcik Cam dapat terus terjaga sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendukung keberlanjutan usaha.