Harnum Fida Sanjaya
Universitas Muhammadiyah Karanganyar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DYNAMIC STRETCHING SEBAGAI STRATEGI PEMANASAN EFEKTIF UNTUK MEMINIMALISASI CEDERA PADA ATLET ATLETIK: LITERATURE REVIEW Harnum Fida Sanjaya; Fakthur Rozi
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6805

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif mengenai efektivitas penerapan dynamic stretching sebagai strategi pemanasan dalam meminimalisasi risiko cedera ekstremitas bawah serta mengoptimalkan performa fisik eksplosif pada atlet di cabang olahraga atletik. Metode penelitian yang diterapkan adalah kajian literatur deskriptif-analitis dengan pendekatan content analysis terhadap 13 artikel ilmiah berkualitas tinggi yang diperoleh dari basis data ilmiah Scopus, Google Scholar, dan Garuda. Hasil analisis sintesis data menunjukkan bahwa implementasi peregangan dinamis memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas Range of Motion (ROM) sendi sekaligus mereduksi insidensi cedera fungsional otot paha belakang (hamstring). Selain itu, modalitas pemanasan dinamis ini terbukti efektif memicu efek Post-Activation Potentiation (PAP) yang mampu meningkatkan daya ledak otot tungkai serta mempercepat kecepatan akselerasi lari jarak pendek (sprint) dibandingkan dengan metode peregangan statis tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dynamic stretching merupakan strategi pemanasan fungsional yang sangat efektif dalam menyelaraskan aspek keselamatan fisik dengan pencapaian performa puncak atlet di lintasan. Oleh karena itu, integrasi protokol regangan dinamis yang terstruktur berbasis bukti sangat direkomendasikan untuk diterapkan oleh para pelatih fisik olahraga. Kata kunci: dynamic stretching, pemanasan, cedera hamstring, performa eksplosif, atletik.
STUDI PERBANDINGAN: PROFIL MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN JASMANI DAN SDGs 4 Ahadi Priyohutomo; Isnan Rahmat Wiyata; Harnum Fida Sanjaya
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39118

Abstract

Pendidikan jasmani memainkan peran strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4. Namun, efektivitas dan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru belum sepenuhnya mampu mengukur dan merangsang pengembangan Multiple Intelligence (MI) pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan strategi guru pendidikan jasmani dalam merangsang pengembangan MI pada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 119 siswa, melalui purposive sampling yang didasari dari dua tingkat pendidikan di Jawa Timur, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mencakup indikator strategi, efektivitas, dan delapan dimensi kecerdasan berdasarkan teori Gardner. Hasil penelitian menunjukkan komponen pada siswa sekolah dasar laki-laki memiliki dominasi pada MI dengan nilai 0,76 sedangkan pada siswa perempuan memiliki dominasi pada komponen IEPI dengan nilai 0,79, hasil yang berbeda pada siswa sekolah pertama pada siswa laki-laki memiliki dominasi pada komponen MI sebesar 0,83 sedangkan pada siswa perempuan memiliki nilai rata-rata 0,81. Temuan ini memperkuat pentingnya penguatan strategi pembelajaran jasmani berbasis MI dalam mencapai SDGs 4 dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pendidikan jasmani sangat efektif dalam mengembangkan kecerdasan majemuk siswa dan secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4, khususnya pendidikan berkualitas. Aktivitas fisik telah terbukti tidak hanya membangun kebugaran fisik tetapi juga merangsang kecerdasan sosial, emosional, musikal, dan intrapersonal, yang merupakan fondasi penting untuk pembelajaran holistik.