Ahadi Priyohutomo
Universitas Muhammadiyah Karanganyar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inclusive physical literacy model based on video modeling to facilitate movement skills and physical activity in children ADHD Arief Darmawan; Gema Fitriady; Zihan Novita Sari; Ahadi Priyohutomo
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2026): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v14i2/203

Abstract

Research Problems: Children with Attention Deficit Hyperactive Disorder are one of the developmental disorders that have low concentration, are active in moving but still do not have direction, goals and tend to be impulsive. ADHD children have limitations in the development of motor activities so that increased activity is not directed and tends to lose control. The importance of physical activity and motor skills for children with ADHD is currently experiencing quite serious problems. Methods: this study was adopted from ADDIE research and development which is divided into the stages of analyze, design, develop, implementation and evaluation. The sampling technique in this study used proportional random sampling, with subjects consisting of attention deficit hyperactivity disorder inclusion students, who are in the Malang City area, Indonesia, the subjects in the study were 30 students. A product testing questionnaire with a Likert scale was employed as the study's tool. The study's data analysis involved reducing the model's expert evaluation results, which were subsequently examined using quantitative descriptive percentage analysis. Results: of the study on a limited scale group trial showed an average gain of 84% with a very good category, while the large scale trial showed a score gain of 85% with a very good category. Conclusion: findings support the literature that suggests that physical activity-based interventions provide significant benefits in inclusive education. 
STUDI PERBANDINGAN: PROFIL MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN JASMANI DAN SDGs 4 Ahadi Priyohutomo; Isnan Rahmat Wiyata; Harnum Fida Sanjaya
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39118

Abstract

Pendidikan jasmani memainkan peran strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4. Namun, efektivitas dan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru belum sepenuhnya mampu mengukur dan merangsang pengembangan Multiple Intelligence (MI) pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan strategi guru pendidikan jasmani dalam merangsang pengembangan MI pada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 119 siswa, melalui purposive sampling yang didasari dari dua tingkat pendidikan di Jawa Timur, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mencakup indikator strategi, efektivitas, dan delapan dimensi kecerdasan berdasarkan teori Gardner. Hasil penelitian menunjukkan komponen pada siswa sekolah dasar laki-laki memiliki dominasi pada MI dengan nilai 0,76 sedangkan pada siswa perempuan memiliki dominasi pada komponen IEPI dengan nilai 0,79, hasil yang berbeda pada siswa sekolah pertama pada siswa laki-laki memiliki dominasi pada komponen MI sebesar 0,83 sedangkan pada siswa perempuan memiliki nilai rata-rata 0,81. Temuan ini memperkuat pentingnya penguatan strategi pembelajaran jasmani berbasis MI dalam mencapai SDGs 4 dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pendidikan jasmani sangat efektif dalam mengembangkan kecerdasan majemuk siswa dan secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4, khususnya pendidikan berkualitas. Aktivitas fisik telah terbukti tidak hanya membangun kebugaran fisik tetapi juga merangsang kecerdasan sosial, emosional, musikal, dan intrapersonal, yang merupakan fondasi penting untuk pembelajaran holistik.