Isnan Rahmat Wiyata
Universitas Muhammadiyah Karanganyar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIFITAS SPORT MASSAGE TERHADAP PEMULIHAN FISIOLOGIS DAN SUBJEKTIF ATLET SETELAH LATIHAN INTENSIF: TINJAUAN LITERATUR Muhammad Thoriq Hadad Akbar; Imron Nugroho Saputro; Isnan Rahmat Wiyata
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6544

Abstract

Olahraga intensif menimbulkan kelelahan fisiologis dan subjektif yang, apabila pemulihannya tidak optimal, dapat menurunkan performa serta meningkatkan risiko cedera pada atlet. Sport massage merupakan salah satu metode pemulihan yang umum digunakan karena bersifat non-invasif, relatif aman, dan praktis. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sport massage terhadap pemulihan fisiologis dan subjektif setelah latihan intensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara fisiologis, sport massage dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, mempercepat penurunan kadar laktat, serta mengurangi ketegangan dan kelelahan otot, meskipun pengaruhnya terhadap performa objektif seperti kekuatan, kecepatan, dan daya tahan tidak selalu signifikan dan cenderung tidak konsisten. Sport massage juga terbukti memberikan efek moderat dalam mengurangi Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) serta dapat mendukung pemulihan fungsi otot dalam kondisi tertentu. Dari aspek subjektif, manfaat sport massage lebih konsisten, meliputi penurunan nyeri dan persepsi kelelahan, peningkatan relaksasi, mood, serta persepsi pemulihan dan kesiapan untuk kembali berlatih. Efek psikologis ini berpotensi berkontribusi secara tidak langsung terhadap kesiapan performa atlet. Secara keseluruhan, sport massage dapat dianggap sebagai metode pemulihan yang efektif terutama dalam meningkatkan aspek subjektif pemulihan dan sebagian indikator fisiologis, namun memiliki pengaruh terbatas terhadap peningkatan performa fisik secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih terstandar untuk menentukan dosis, waktu, dan teknik yang paling optimal dalam mendukung pemulihan atlet.
PROGRAM SEKOLAH MULTIGENERASI: EDUKASI ANTI BULLYING DAN STIMULASI KREATIVITAS ANAK USIA DINI DI SD KEDAWUNG, SD KANISIUS, PAUD MUTIARA KASIH DAN PAUD PELITA KASIH Isnan Rahmat Wiyata; Young Ari Kusworo; Shinta Amelya Oktavyana Putri; Bagus Misbahul Munir; Qori' Rahma Kurniawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6871

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya bullying, menumbuhkan empati dan sikap saling menghargai, serta menstimulasi daya imajinasi dan interaksi sosial positif pada anak usia dini. Pelaksanaan program dilakukan di SD Negeri Kedawung, SD Kanisius, PAUD Mutiara Kasih, dan PAUD Pelita Kasih, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, dengan sasaran 52 siswa SD Kedawung, 45 siswa SD Kanisius, 8 anak PAUD Mutiara Kasih, 10 anak PAUD Pelita Kasih, serta guru sebagai mitra keberlanjutan program. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi atau role play, permainan edukatif, pendampingan, serta kegiatan mewarnai untuk peserta PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, meningkatnya pemahaman siswa mengenai jenis, dampak, dan cara merespons bullying, serta berkembangnya empati, keberanian melapor, kerja sama, dan ekspresi imajinatif anak. Meskipun demikian, program masih menghadapi keterbatasan berupa waktu pelaksanaan yang singkat, sebagian anak yang sulit dikondisikan, dan kurangnya media audio-visual. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa edukasi anti-bullying yang partisipatif dan kegiatan kreatif berbasis bermain dapat menjadi strategi penguatan karakter anak yang relevan untuk dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan PAUD.
STUDI PERBANDINGAN: PROFIL MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN JASMANI DAN SDGs 4 Ahadi Priyohutomo; Isnan Rahmat Wiyata; Harnum Fida Sanjaya
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39118

Abstract

Pendidikan jasmani memainkan peran strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4. Namun, efektivitas dan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru belum sepenuhnya mampu mengukur dan merangsang pengembangan Multiple Intelligence (MI) pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan strategi guru pendidikan jasmani dalam merangsang pengembangan MI pada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 119 siswa, melalui purposive sampling yang didasari dari dua tingkat pendidikan di Jawa Timur, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mencakup indikator strategi, efektivitas, dan delapan dimensi kecerdasan berdasarkan teori Gardner. Hasil penelitian menunjukkan komponen pada siswa sekolah dasar laki-laki memiliki dominasi pada MI dengan nilai 0,76 sedangkan pada siswa perempuan memiliki dominasi pada komponen IEPI dengan nilai 0,79, hasil yang berbeda pada siswa sekolah pertama pada siswa laki-laki memiliki dominasi pada komponen MI sebesar 0,83 sedangkan pada siswa perempuan memiliki nilai rata-rata 0,81. Temuan ini memperkuat pentingnya penguatan strategi pembelajaran jasmani berbasis MI dalam mencapai SDGs 4 dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pendidikan jasmani sangat efektif dalam mengembangkan kecerdasan majemuk siswa dan secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4, khususnya pendidikan berkualitas. Aktivitas fisik telah terbukti tidak hanya membangun kebugaran fisik tetapi juga merangsang kecerdasan sosial, emosional, musikal, dan intrapersonal, yang merupakan fondasi penting untuk pembelajaran holistik.