Adhyatnika Geusan Ulun
Praktisi Pendidikan

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Relevansi dan Revitalisasi Pancasila di Era Globalisasi: Penguatan Ideologi, Pendidikan, dan Karakter Generasi Muda Adhyatnika Geusan Ulun
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/3vph9d71

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara, ideologi negara, pandangan hidup, sekaligus falsafah bangsa Indonesia yang memiliki akar historis dan kultural jauh sebelum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Istilah pancasila ditemukan dalam karya sastra Jawa Kuno Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Majapahit. Namun, kedudukan Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil proses historis dan politik yang berlangsung pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi Pancasila di tengah globalisasi, mengkaji tantangan internalisasi nilai Pancasila akibat perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta interaksi budaya global, dan merumuskan strategi penguatan Pancasila melalui pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen sejarah, peraturan perundang-undangan, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila tetap memiliki relevansi sebagai kerangka etik dan filosofis dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dapat menjadi prinsip untuk menyaring berbagai pengaruh global tanpa menutup diri terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Tantangan utama bukan semata-mata keberadaan budaya asing, melainkan kemampuan masyarakat dalam mengkritisi, memilih, dan mengadaptasi berbagai pengaruh tersebut sesuai dengan nilai dan identitas bangsa. Dalam bidang pendidikan, penguatan Pancasila perlu bergerak dari pendekatan hafalan menuju pembelajaran kontekstual, reflektif, dialogis, digital, dan berbasis pengalaman. Kurikulum yang ada telah memuat Pendidikan Pancasila dan karakter, tetapi implementasinya perlu diperkuat melalui keteladanan, budaya sekolah, keterlibatan keluarga, masyarakat, dan ekosistem digital.
Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan di Kabupaten Bandung Barat Adhyatnika Geusan Ulun
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/trfcrj16

Abstract

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan salah satu instrumen strategis dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan berlangsung secara terencana, terukur, sistematis, dan berkelanjutan. SPMI tidak semata-mata diarahkan pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi menjadi mekanisme internal bagi satuan pendidikan untuk mengenali kondisi mutu, menetapkan standar, melakukan pemetaan, menyusun perencanaan, melaksanakan program peningkatan mutu, melakukan evaluasi, serta menetapkan tindak lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran SPMI dalam penguatan kualitas layanan pendidikan pada satuan pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah regulasi, buku, artikel ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penjaminan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi SPMI dapat memperkuat budaya mutu apabila dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga satuan pendidikan. SPMI juga dapat mendorong pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat kepemimpinan satuan pendidikan, meningkatkan kualitas perencanaan dan evaluasi program, serta mendukung kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi penjaminan mutu eksternal. Tantangan utama implementasi SPMI adalah kecenderungan menjadikannya sebagai kegiatan administratif, keterbatasan pemahaman warga sekolah, komitmen yang belum merata, dan belum optimalnya pemanfaatan data. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan mutu, kolaborasi, dan pemanfaatan data perlu menjadi perhatian dalam penerapan SPMI.