Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Village Movement Against Money Politics (APU): Bawaslu's Preventive Strategy in Preventing Money Politics Nur Kholis; Sayyida Faradiba Vahlevi; Octavia Novita Sari; Muhammad Irfan; Maria Elida Tarigan
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 9 No 1 (2026): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/juss.v9i1.20555

Abstract

Abstract: Regional elections serve as a channel for public aspirations in choosing local leaders, yet they remain vulnerable to money politics. This study examines the factors behind money politics, Bawaslu’s preventive strategies through the Village Movement Against Money Politics (APU), and regional elections from Jurgen Habermas’s public sphere perspective using a literature study method. The findings show that money politics is driven by economic resource crises, value crises, weak legal legitimacy, and limited political understanding. Bawaslu addresses this issue through preemptive and preventive strategies, including anti-money politics declarations, workshops, citizen dialogue literacy, complaint posts, collaboration with election monitoring communities, voter socialization, and anti-money politics patrols. Public spaces, both physical and digital, are utilized to strengthen political education and democratic integrity.
Edukasi Stunting pada Anak Prasekolah: Upaya Meningkatkan Kesadaran Orang Tua terhadap Dampak Sosial dan Tumbuh Kembang Anak Bilqis Nur Mustofa; Dewi Faradillah; Nur Kholis; Andi Mukarramah; Vini Selfiani; Dilma'aarij Riski Agustia; Munawara Munawara
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3465

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kemampuan sosial anak. Rendahnya pengetahuan orang tua mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai stunting pada anak prasekolah serta dampaknya terhadap perkembangan sosial anak. Kegiatan dilaksanakan di TK Sultan Iskandar Muda Medan pada tanggal 6 Desember 2025 dengan sasaran sebanyak 42 orang tua/wali murid. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan sosialisasi melalui ceramah, diskusi interaktif, serta media edukasi mengenai pengertian stunting, faktor risiko, dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan sosial, pentingnya gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemantauan tumbuh kembang anak. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta dan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini. Orang tua juga menunjukkan komitmen yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, menerapkan PHBS, serta memanfaatkan layanan kesehatan secara berkala. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta mencegah terjadinya stunting.
Women’s Communal Spirituality in the Gebluk Tradition: Understanding Living Islam through Local Religious Practices Miftakhus Sifa' Bahrul Ulumiyah; Nur Kholis; Abdullah Haidar
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 8 No. 2 (2025): Issue in Press
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/wthjza32

Abstract

This study examines Gebluk as a form of Living Islam practiced by a rural Muslim community in Kalisat Village, Pasuruan, East Java. Previous research has emphasized Gebluk as a medium of da'wah, Islamic education, and cultural preservation, while giving limited attention to women’s communal religious learning and spirituality. The study analyzes how Gebluk transmits Islamic values, how women sustain the practice and develop practice-based authority, and how collective participation creates social and religious fellowship. Informed by Living Islam and religious ethnography, the qualitative study used participant observation, semi-structured interviews with seven purposively selected informants, chant manuscripts, and field documentation collected in 2019. Digital documentation and online reports were used only as secondary contextual evidence. Data were analyzed through condensation, display, and conclusion drawing, supported by triangulation and limited member checking. The findings show that Gebluk chants communicate aqidah, fiqh, and akhlaq through repetition, memorization, embodied participation, and peer learning. Women organize meetings, lead and teach chants, mentor new members, and preserve the tradition across generations, thereby exercising practical agency and practice-based religious authority. The strongest evidence of communal spirituality lies in repeated collective chanting, bodily coordination, shared learning, silaturahmi, and mutual support, rather than in uniform mystical or intense emotional experience. Gebluk therefore functions as a pedagogical, spiritual, and social space in which Islam is lived through the interaction of religious teachings and local culture. The study contributes to Living Islam scholarship by showing how women’s communal religious work sustains Islamic learning, fellowship, and tradition at the local level.