Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gerakan Cepat Tanggap Gatal (GerCep Gatal) Solusi Alami dan Praktis Mengatasi Penyakit Kulit Pasca Bencana Banjir Sumatera Yusmalia Hidayati; Bilqis Nur Mustofa; Wiwiek Elsada Nainggolan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i4.1931

Abstract

Abstract: Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak pada peningkatan masalah kesehatan, khususnya penyakit kulit akibat paparan air tercemar, lingkungan lembap, serta keterbatasan sanitasi. Kondisi ini memerlukan intervensi yang cepat, efektif, dan mudah diterapkan oleh masyarakat terdampak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemanfaatan bahan herbal dalam mengatasi penyakit kulit pasca banjir. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dengan desain pretest–posttest pada 50 responden di wilayah terdampak banjir. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan (koordinasi, perizinan, dan penyusunan instrumen), pelaksanaan (edukasi PHBS, pemanfaatan lidah buaya dan daun sirih, serta pemeriksaan dan pemberian salep), dan evaluasi (penilaian struktur, proses, dan output melalui hasil pretest dan posttest). Hasil menunjukkan bahwa 90% responden mengalami keluhan kulit. Pengetahuan PHBS meningkat dari kategori kurang (90%) menjadi baik (82%), sedangkan pengetahuan penggunaan bahan herbal meningkat dari 0% menjadi 86%. Kesimpulan: Program Gerakan Cepat Tanggap Gatal (GerCep Gatal) efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan penanganan penyakit kulit, serta berpotensi menjadi model intervensi berbasis komunitas yang praktis dan aplikatif pada kondisi pasca bencana.
Edukasi Stunting pada Anak Prasekolah: Upaya Meningkatkan Kesadaran Orang Tua terhadap Dampak Sosial dan Tumbuh Kembang Anak Bilqis Nur Mustofa; Dewi Faradillah; Nur Kholis; Andi Mukarramah; Vini Selfiani; Dilma'aarij Riski Agustia; Munawara Munawara
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3465

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kemampuan sosial anak. Rendahnya pengetahuan orang tua mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai stunting pada anak prasekolah serta dampaknya terhadap perkembangan sosial anak. Kegiatan dilaksanakan di TK Sultan Iskandar Muda Medan pada tanggal 6 Desember 2025 dengan sasaran sebanyak 42 orang tua/wali murid. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan sosialisasi melalui ceramah, diskusi interaktif, serta media edukasi mengenai pengertian stunting, faktor risiko, dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan sosial, pentingnya gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemantauan tumbuh kembang anak. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta dan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini. Orang tua juga menunjukkan komitmen yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, menerapkan PHBS, serta memanfaatkan layanan kesehatan secara berkala. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta mencegah terjadinya stunting.
GENDER DISCRIMINATION IN THE WORKPLACE AND ITS IMPLICATIONS FOR REPRODUCTIVE HEALTH: SYSTEMATIC REVIEW Dilma'aarij Agustia; Tantri Yunita Ratna; Alfira Fitriana; Pamogsa Daniyar; Bilqis Nur Mustofa; Debby Pratiwi; Dewi Faradillah
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol. 25 No. 1 (2026): MARWAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender discrimination in the workplace remains a global issue affecting social, economic, and health aspects. Unequal treatment in wages, career advancement, promotion opportunities, and access to workplace resources may contribute to psychological stress and adverse reproductive health consequences among women. These conditions can impact reproductive health, including difficulties related to pregnancy, making this issue important to analyze and address. This study aims to explore workplace gender discrimination and its implications for reproductive health through a systematic review. The keywords used were “Gender Discrimination” AND “Work Environment” AND “Reproductive Health”. This study took articles from 2014-2024 that discussed gender discrimination in the workplace and its implications for reproductive health. Result is A total of 1,710 articles were obtained. In the analysis phase, seven articles were selected for analysis. The findings consistently showed that workplace gender discrimination negatively affects women’s reproductive health through several pathways, including chronic psychological stress, reduced access to reproductive health support, delayed pregnancy planning, lower childbirth intentions, menstrual disorders, and increased risks associated with hazardous occupational exposures. The reviewed studies also highlighted persistent inequalities in wages, promotion opportunities, and workplace treatment across various employment sectors and countries. Workplace gender discrimination across sectors affects reproductive health through stress, hazardous conditions, and reduced opportunities for family planning and sexual health. Gender discrimination in the workplace also directly affects women’s reproductive health.   Keywords: discrimination, work environment, reproductive health, gender.
Physiological Response of Sumatran Elephant (Elephas Maximus Sumatranus) to Land Cover Changes at TWA Holiday Resort, North Sumatra Ulil Amri Daulay; Bilqis Nur Mustofa; Agus Purwoko; Farhan Reza Pahlevi; Ratna Sari; Ridwan
Journal of Sylva Indonesiana Vol. 9 No. 02 (2026): Journal of Sylva Indonesiana
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsi.v9i02.25779

Abstract

Land cover changes due to anthropogenic activities are one of the main threats to the sustainability of the Sumatran Elephant (Elephas maximus sumatranus) habitat. This study aims to analyze the relationship between the physiological conditions of Sumatran Elephants and land cover changes in the North Sumatra Holiday Resort Nature Tourism Park (Indonesian term: Taman Wisata Alam/TWA). The study was conducted on three individual elephants, namely Nurhalimah, Sudarwanto, and Merry. The physiological data observed included age, body temperature, body condition, appetite, fecal condition, rest duration, and stress levels. Land cover data were obtained through the interpretation of satellite imagery and secondary data from the area. Data analysis was carried out using multiple linear regression, beginning with classical assumption tests and hypothesis tests. The results of the study indicate that during the period 1990–2024, there was a very significant change in land cover, where secondary dryland forests were almost entirely converted into plantations, settlements, and other non-forest lands. The results of the F test indicate that all physiological variables simultaneously had a significant effect on land cover changes (p<0.05). The Adjusted R Square value of 0.652 indicates that the observed physiological variables can explain 65.2% of the variation in land cover change. Partially, only stress levels significantly influence land cover change with a significance value of 0.003 and a beta coefficient of 1.120. These results indicate that stress levels are the most sensitive physiological indicator in responding to habitat changes. Therefore, conservation efforts for Sumatran Elephants at the TWA Holiday Resort need to be directed at habitat restoration and reducing anthropogenic pressures to maintain the welfare and sustainability of the elephant population in the area.