Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Edukasi PHBS Sebagai Strategi Pencegahan Penyakit Pascabanjir Di Desa Suka Damai Dilma'aarij Agustia; Debby Pratiwi; Dewi Faradillah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w5xp4122

Abstract

Banjir yang terjadi di Desa Suka Damai menyebabkan genangan air di lingkungan sekolah dan pemukiman sekitar sehingga menimbulkan kondisi lingkungan yang lembab dan kurang higienis, keterbatasan ketersediaan air bersih, serta meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, penyakit kulit, ISPA, dan demam. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan penyakit akibat kontaminasi air, sanitasi yang buruk, serta perubahan perilaku hidup masyarakat pascabencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, sosialisasi, penggunaan media audio visual berupa video cuci tangan enam langkah, serta demonstrasi dan praktik langsung oleh siswa. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 104295 Desa Suka Damai dengan melibatkan 19 siswa kelas 3. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan praktik ulang cuci tangan oleh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya PHBS, khususnya praktik cuci tangan yang baik dan benar. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi PHBS melalui metode interaktif dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir.
Edukasi Stunting pada Anak Prasekolah: Upaya Meningkatkan Kesadaran Orang Tua terhadap Dampak Sosial dan Tumbuh Kembang Anak Bilqis Nur Mustofa; Dewi Faradillah; Nur Kholis; Andi Mukarramah; Vini Selfiani; Dilma'aarij Riski Agustia; Munawara Munawara
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3465

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kemampuan sosial anak. Rendahnya pengetahuan orang tua mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai stunting pada anak prasekolah serta dampaknya terhadap perkembangan sosial anak. Kegiatan dilaksanakan di TK Sultan Iskandar Muda Medan pada tanggal 6 Desember 2025 dengan sasaran sebanyak 42 orang tua/wali murid. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan sosialisasi melalui ceramah, diskusi interaktif, serta media edukasi mengenai pengertian stunting, faktor risiko, dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan sosial, pentingnya gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemantauan tumbuh kembang anak. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta dan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini. Orang tua juga menunjukkan komitmen yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, menerapkan PHBS, serta memanfaatkan layanan kesehatan secara berkala. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta mencegah terjadinya stunting.
GENDER DISCRIMINATION IN THE WORKPLACE AND ITS IMPLICATIONS FOR REPRODUCTIVE HEALTH: SYSTEMATIC REVIEW Dilma'aarij Agustia; Tantri Yunita Ratna; Alfira Fitriana; Pamogsa Daniyar; Bilqis Nur Mustofa; Debby Pratiwi; Dewi Faradillah
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol. 25 No. 1 (2026): MARWAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender discrimination in the workplace remains a global issue affecting social, economic, and health aspects. Unequal treatment in wages, career advancement, promotion opportunities, and access to workplace resources may contribute to psychological stress and adverse reproductive health consequences among women. These conditions can impact reproductive health, including difficulties related to pregnancy, making this issue important to analyze and address. This study aims to explore workplace gender discrimination and its implications for reproductive health through a systematic review. The keywords used were “Gender Discrimination” AND “Work Environment” AND “Reproductive Health”. This study took articles from 2014-2024 that discussed gender discrimination in the workplace and its implications for reproductive health. Result is A total of 1,710 articles were obtained. In the analysis phase, seven articles were selected for analysis. The findings consistently showed that workplace gender discrimination negatively affects women’s reproductive health through several pathways, including chronic psychological stress, reduced access to reproductive health support, delayed pregnancy planning, lower childbirth intentions, menstrual disorders, and increased risks associated with hazardous occupational exposures. The reviewed studies also highlighted persistent inequalities in wages, promotion opportunities, and workplace treatment across various employment sectors and countries. Workplace gender discrimination across sectors affects reproductive health through stress, hazardous conditions, and reduced opportunities for family planning and sexual health. Gender discrimination in the workplace also directly affects women’s reproductive health.   Keywords: discrimination, work environment, reproductive health, gender.