Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik pada Materi Gunung Berapi melalui Media Interaktif dan Percobaan Sederhana di Kelas VIII SMP YP PGRI Disamakan Makassar Aqil Rahmatul Fiqram; Nadila Pasomba; Asri Malisan; Sitti Saenab; Ramlawati Ramlawati; Hasjunika Hasbi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada materi gunung berapi melalui penerapan media interaktif dan percobaan sederhana di kelas VIII SMP YP PGRI Disamakan Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media interaktif dan percobaan sederhana mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Pada kondisi awal, peserta didik cenderung pasif, kurang fokus, dan kurang berpartisipasi dalam pembelajaran. Pada siklus I, penggunaan PowerPoint interaktif mulai meningkatkan perhatian dan keterlibatan peserta didik, meskipun belum optimal. Pada siklus II, melalui percobaan sederhana gunung api bikarbonat, peserta didik menjadi lebih aktif bertanya, berdiskusi, melakukan percobaan, dan mempresentasikan hasil pengamatan. Peserta didik juga menunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu yang lebih tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, penerapan media interaktif dan percobaan sederhana dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada materi gunung berapi di kelas VIII SMP YP PGRI Disamakan Makassar.
Indigenous Microorganisms for Biodegradation of Household Detergents in Aquatic Bioremediation: A Meta-Scientific Review Ashhabul Kahfi Khaer; Putri Nabila Tsabitah Arman; Asri Malisan; Nurul Hikma Ardianto; Ramlawati Ramlawati; Sahrani U
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12151

Abstract

Household wastewater containing detergent residues is a major source of aquatic pollution due to synthetic surfactants, particularly Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) and Alkyl Sulfate (AS), which are toxic and resistant to natural degradation. Bioremediation using indigenous microorganisms offers an environmentally friendly and cost-effective alternative for degrading these pollutants. This narrative review evaluated the potential of indigenous microorganisms for biodegradation of household detergent residues and their prospects for aquatic bioremediation. Literature was systematically collected from Google Scholar, PubMed, and Scopus, including primary research articles published in Indonesian or English between 2018 and 2025. Twenty eligible studies were analyzed. The findings showed that Pseudomonas, Bacillus, Acinetobacter, Aeromonas, and Corynebacterium were the most frequently reported indigenous bacteria capable of degrading detergent surfactants and related organic compounds, with degradation efficiencies ranging from 7.7% to 100%, depending on microbial characteristics, substrate type, and environmental conditions. Bacterial consortia and biofilm-based systems consistently achieved higher degradation efficiencies than single isolates. Biodegradation primarily involves extracellular enzymes, including monooxygenases, sulfo-transferases, and amidases, which convert surfactants into less harmful compounds. Despite most studies being limited to laboratory-scale experiments, indigenous microorganisms demonstrate strong potential as sustainable bioremediation agents. Future research should focus on consortium optimization, molecular characterization, and field-scale validation to improve practical implementation in aquatic environments.