Peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa sangat dipengaruhi oleh kapasitas aparatur desa dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan yang berkaitan dengan perilaku organisasi, komunikasi kerja, disiplin, profesionalisme, dan penerapan pelayanan prima yang dapat memengaruhi efektivitas pelayanan publik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango melalui pelatihan perilaku organisasi dan pelayanan prima. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, simulasi pelayanan, dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup perilaku organisasi, komunikasi organisasi, kerja sama tim, etika kerja, profesionalisme aparatur, serta prinsip-prinsip pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. Simulasi pelayanan dilakukan untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam menerapkan standar pelayanan yang cepat, tepat, ramah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam diskusi maupun simulasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman aparatur desa mengenai pentingnya perilaku organisasi dalam mendukung efektivitas kerja serta penerapan pelayanan prima dalam pelayanan publik. Selain itu, peserta memperoleh wawasan baru terkait komunikasi pelayanan, etika kerja, dan strategi membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan publik desa melalui penguatan kompetensi dan perubahan perilaku aparatur. Oleh karena itu, diperlukan program pendampingan dan pelatihan berkelanjutan agar hasil yang diperoleh dapat diimplementasikan secara konsisten dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang profesional