Safrihady Safrihady
Institut Sains dan Bisnis Internasional Singkawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Symbolic Meaning of Malay Proverbs from Sambas, West Kalimantan Zulfahita Zulfahita; Gunta Wirawan; Sofia Nur Havizah; Eti Sunarsih; Safrihady Safrihady; Lili Yanti; Wahyuni Oktavia; Sri Mulyani
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4957.39-52

Abstract

Amidst the rapid onslaught of modernisation and globalisation offering popular culture, Sambas Malay proverbs face the challenge of remaining relevant and understandable to the younger generation. Every day, the younger generation is presented with external content that is far removed from their own cultural roots. This phenomenon is truly concerning because it is feared that it will erode local culture. Therefore, it is considered necessary to conduct in-depth studies on the oral traditions of the community, including proverbs, especially in uncovering the layers of symbolic meaning contained within proverbs. This study aims to describe the symbols and meanings of Sambas Malay proverbs from West Kalimantan. The method used in this study is descriptive qualitative with a semiotic approach. The data sources in this study were obtained from informants, namely cultural observers, traditional leaders, and community leaders who are native speakers of the Sambas Malay language totaling 12 people. The data collection techniques used were interview techniques, observation, documentary analysis, and Focus Group Discussion (FGD) with data analysis techniques, namely (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) drawing conclusions/verification. The results of the study show that Sambas Malay proverbs can be classified as follows: (1) symbols of human anatomy, namely body parts such as elbows, hair, head, hands, face, etc., as well as human nature, character, and temperament; (2) symbols of animal’s symbols of animals, such as roosters, mice, sharks, monkeys, snakes, cows, etc.; (3) plant symbols, such as sugar cane leaves, coconut shells, tree stumps, tuba, taro, etc.; (4) natural symbols, such as water, earth, soil, day, night, etc.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol dan makna peribahasa Melayu Sambas Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Sumber data dalam penelitian ini didapat dari informan yaitu budayawan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang merupakan penutur asli bahasa Melayu Sambas yang berjumlah 12 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Teknik wawancara, observasi, analisis dokumenter, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan Teknik analisis data yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peribahasa Melayu Sambas diklasifikasikan, sebagai berikut: (1) simbol-simbol anatomi manusia, yaitu anggota tubuh seperti siku, rambut, kepala,  tangan, wajah, dan lain-lain, serta sifat, watak, dan perangai manusia; (2) simbol-simbol hewan, seperti ayam Jantan, tikus, hiu, monyet, ular, sapi, dan lain-lain; (3) simbol-simbol tumbuhan, seperti daun tebu, tempurung, tunggul kayu, tuba, keladi, dan lain-lain; (4) Simbol-simbol alam, seperti air, tanah, tanah, siang, malam, dan lain-lain. 
Pengaruh Model Student Facilitator and Explaining (SFE) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Syalma Nazahwa Oktafialda; Safrihady Safrihady; Resy Nirawati
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i2.19611

Abstract

Komunikasi matematis memiliki peranan penting dalam pembelajaran matematika karena dengan kemampuan komunikasi siswa dapat menyatakan ide atau gagasan matematisnya, namun pada kenyataannya komunikasi matematis siswa masih rendah. Salah satu alternatif penyelesaian masalah tersebut adalah dengan menerapkan model Student Facilitator and Explaining (SFE). Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaning (SFE) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas V SDN 23 Singkawang, 2) Mengetahui seberapa besar pengaruh model Student Facilitator and Explaning (SFE) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas V SDN 23 Singkawang, 3) Mengetahui bagaimana keterlaksanaan model Student Facilitator and Explaning (SFE) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas V SDN 23 Singkawang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain The Nonequivalent Posttest-Only Control Group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok: kelas V A (eksperimen) dan kelas V B (kontrol), masing-masing terdiri dari 25 siswa dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan soal essay dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan uji independent sample t-test, uji effect size, dan uji rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan: 1)Terdapat pengaruh model Student Facilitator and Explaining (SFE) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas V SDN 23 Singkawang, dibuktikan dengan uji Independent Sample T-test diperoleh  sebesar 7,51 dan  sebesar 1,67, 2) Model Student Facilitator and Explaining (SFE) berpengaruh besar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas V SDN 23 Singkawang, dibuktikan dengan uji effect size sebesar 2,24, 3) Keterlaksanaan model Student Facilitator and Explaining (SFE) menunjukkan skor rata-rata baik, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 89.