Rifki Amanda
Universitas Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tata Kelola Inklusif dalam Implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim): Studi di Kelurahan Tabek Gadang Yana Silva; Rifki Amanda; Rico Purnawandi Pane
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA) Vol. 14 No. 1 (2026): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jppuma.v14i1.17630

Abstract

Despite increasing emphasis on community-based climate adaptation, the implementation of inclusive governance in the Climate Village Program (ProKlim) remains uneven at the local level. Previous studies have primarily focused on participation and program effectiveness, while limited attention has been given to multidimensional governance inclusiveness. This study examines the implementation of inclusive governance in ProKlim at the village level in Tobek Godang Village using a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis involving key informants from village government and community members. The findings show that inclusive governance remains fragmented and uneven. Inequalities persist in access to information and resources, participation varies across social groups, transparency tends to be symbolic, accountability remains procedural, and institutional coordination is weak. This study contributes to inclusive governance literature by demonstrating that inclusiveness in community-based climate governance is shaped by intersecting spatial, social, and institutional inequalities, producing partial and uneven inclusion rather than equal participation. The study highlights the need to strengthen institutional coordination and participatory mechanisms to support more equitable and sustainable climate governance at the village level.  
Pelestarian Budaya Melayu Riau melalui Pembelajaran Berbasis Museum: Model Penguatan Literasi Budaya pada Siswa SDN 142 Pekanbaru Hafzana Bedasari; Rifki Amanda; Halda Mirsyanda; Tria Luthfiani; Deby Sinthya Sari; Annisa Mustika Harum; Sashi Mutiara Erwinda; Talitha Nabila; Ihsan Riyansyah Putra; Ryzka Aininnawa; Desi Desi
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.697

Abstract

Warisan budaya Melayu Riau merupakan komponen penting identitas nasional Indonesia yang harus diperkenalkan dan dilestarikan lintas generasi. Proyek pengabdian masyarakat ini mengatasi keterbatasan paparan siswa sekolah dasar terhadap warisan budaya lokal dengan memanfaatkan Museum Sang Nila Utama sebagai platform pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa tentang nilai-nilai budaya Melayu Riau melalui studi banding terstruktur yang memungkinkan pembelajaran eksperiensial di luar kelas. Pendekatan kualitatif digunakan, memanfaatkan tinjauan pustaka dan observasi langsung terhadap aktivitas siswa selama kunjungan. Data dikaji secara deskriptif untuk menangkap pola-pola yang berkaitan dengan literasi budaya siswa dan interaksi mereka dengan koleksi museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Sang Nila Utama tidak hanya berfungsi sebagai gudang artefak sejarah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan yang efektif untuk memperkenalkan sejarah lokal, nilai-nilai tradisional, dan identitas daerah. Selama kunjungan, siswa menunjukkan kemampuan untuk mengenali dan membedakan berbagai kategori benda cagar budaya—seperti geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, humismatika, ludologi, keramologika, serta alat musik tradisional dan seni rupa—yang secara kolektif mencerminkan kekayaan warisan Melayu Riau. Observasi lebih lanjut menunjukkan bahwa kunjungan studi mendorong keterlibatan aktif, meningkatkan pemahaman kognitif siswa, dan mengasah keterampilan psikomotorik mereka melalui interaksi langsung dengan artefak budaya. Secara keseluruhan, kegiatan keterlibatan masyarakat ini menggarisbawahi peran strategis museum dalam pendidikan budaya dan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman melalui kunjungan studi merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan literasi budaya dan melestarikan warisan Melayu Riau bagi generasi mendatang.