Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Konflik di Lembaga Pendidikan Islam melalui Perspektif Model Thomas-Kilmann: Studi Literatur Irsan Suryadi; M. Ihksan; Dwi Salsa Nabila; Aisyah Nurul Azkia Efendi; Salfen Hasri; Sohiron
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2644

Abstract

Konflik merupakan fenomena yang tidak terelakkan dalam kehidupan organisasi, termasuk lembaga pendidikan islam. Tanpa penanganan yang tepat, konflik berpotensi menghambat kinerja organisasi dan merusak hubungan antar individu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji manajemen konflik di lembaga pendidikan islam melalui perspektif model Thomas-Kilmann serta relevansinya dengan nilai-nilai islam. Menggunakan metode studi literatur, kajian ini menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan secara sistematis dan kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Thomas-Kilmann mengklasifikasikan lima gaya penanganan konflik, yaitu competing, collaborating, compromising, avoiding, dan accommodating, yang masing-masing dapat dikontekstualisasikan dengan prinsip-prinsip islam. Gaya collaborating bersesuaian dengan prinsip musyawarah, compromising dengan islah, accommodating dengan itsar, avoiding dengan hikmah dalam memilih waktu, dan competing dengan amar ma’ruf nahi munkar. Tidak ada satu gaya yang paling tepat untuk semua situasi; efektivitasnya bergantung pada konteks dan kondisi konflik yang dihadapi. Pemimpin lembaga pendidikan Islam perlu memahami kelima gaya ini secara mendalam agar dapat memilih pendekatan yang paling sesuai demi mewujudkan organisasi yang harmonis, produktif, dan berlandaskan nilai-nilai islami.