Muhammad Hori
Universitas Al Falah As - Sunniyah Kencong Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BAGAIMANA PENDEKATAN TRANSDISIPLINER/INTERDISIPLINER DALAM PAI: MENGHUBUNGKAN FIKIH/AKHLAK DENGAN SOSIOLOGI, BUDAYA, DAN TEKNOLOGI Is`adur Rofiq; Husen; Muzammil; Iwan Fikri; Muhammad Hori
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2765

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada bidang kajian Fikih dan Akhlak, sering kali terjebak dalam pendekatan monodisipliner yang kaku dan terisolasi dari realitas kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan merumuskan metodologi rekonstruksi pembelajaran PAI melalui pendekatan interdisipliner dan transdisipliner yang mengintegrasikan ajaran nilai agama dengan aspek sosiologi, dinamika budaya, dan disrupsi teknologi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka serta tinjauan pedagogis terhadap model pembelajaran kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner mampu mendekonstruksi sekat keilmuan tradisional sehingga nilai-nilai Fikih dan Akhlak dapat dioperasionalkan secara konkret dalam memecahkan masalah riil masyarakat modern. Interseksi ini dipetakan ke dalam tiga domain utama: (1) PAI dan Teknologi (etika kecerdasan buatan, digitalisasi transaksi, dan literasi digital); (2) PAI dan Sosiologi (keadilan ekonomi zakat profesi dan sosiologi lingkungan); serta (3) PAI dan Budaya (penggunaan adat 'urf sebagai basis toleransi). Implementasi praktis di ruang kelas disajikan melalui tiga model taktis: Project-Based Learning (PBL), Case-Based Learning (CBL), dan Inquiry Lintas Disiplin. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa reformasi kurikulum PAI menuju model integratif sangat krusial untuk melahirkan generasi muslim yang tidak hanya saleh secara ritual tetapi juga adaptif, kritis, dan mampu menghadirkan solusi etis (Rahmatan lil 'Alamin) di tengah kompleksitas dunia modern.
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI YANG RESPONSIF BUDAYA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL INDONESIA Ahmad Sidik; Muhammad Hori; Su’udi; Yuningsih Kristiningrum; Faroha Amalia Husna; Maksum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2771

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia memerlukan strategi pembelajaran yang responsif budaya untuk membentuk karakter siswa yang toleran dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran PAI responsif budaya, mengkaji implementasi strategi dalam praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research terhadap literatur buku dan jurnal terindeks SINTA 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama: pengayaan materi ajar dengan perspektif multikultural, aplikasi metode diskusi dialogis dan pembelajaran kooperatif, serta kreasi kultur sekolah yang demokratis dan inklusif. Implementasi strategi efektif melalui integrasi nilai Islam dengan kearifan lokal dan pendekatan student-centered. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan kompetensi guru, kurangnya materi ajar inklusif, dan resistensi sosial. Strategi pembelajaran PAI berbasis multikultural terbukti lebih efektif meningkatkan toleransi siswa (68,65%) dibandingkan model tradisional (31,34%). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metodologi pembelajaran PAI inklusif dan menjadi referensi bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran responsif budaya.
BAGAIMANA PENDEKATAN TRANSDISIPLINER/INTERDISIPLINER DALAM PAI: MENGHUBUNGKAN FIKIH/AKHLAK DENGAN SOSIOLOGI, BUDAYA, DAN TEKNOLOGI Is`adur Rofiq; Husen; Muzammil; Iwan Fikri; Muhammad Hori
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2765

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada bidang kajian Fikih dan Akhlak, sering kali terjebak dalam pendekatan monodisipliner yang kaku dan terisolasi dari realitas kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan merumuskan metodologi rekonstruksi pembelajaran PAI melalui pendekatan interdisipliner dan transdisipliner yang mengintegrasikan ajaran nilai agama dengan aspek sosiologi, dinamika budaya, dan disrupsi teknologi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka serta tinjauan pedagogis terhadap model pembelajaran kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner mampu mendekonstruksi sekat keilmuan tradisional sehingga nilai-nilai Fikih dan Akhlak dapat dioperasionalkan secara konkret dalam memecahkan masalah riil masyarakat modern. Interseksi ini dipetakan ke dalam tiga domain utama: (1) PAI dan Teknologi (etika kecerdasan buatan, digitalisasi transaksi, dan literasi digital); (2) PAI dan Sosiologi (keadilan ekonomi zakat profesi dan sosiologi lingkungan); serta (3) PAI dan Budaya (penggunaan adat 'urf sebagai basis toleransi). Implementasi praktis di ruang kelas disajikan melalui tiga model taktis: Project-Based Learning (PBL), Case-Based Learning (CBL), dan Inquiry Lintas Disiplin. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa reformasi kurikulum PAI menuju model integratif sangat krusial untuk melahirkan generasi muslim yang tidak hanya saleh secara ritual tetapi juga adaptif, kritis, dan mampu menghadirkan solusi etis (Rahmatan lil 'Alamin) di tengah kompleksitas dunia modern.
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI YANG RESPONSIF BUDAYA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL INDONESIA Ahmad Sidik; Muhammad Hori; Su’udi; Yuningsih Kristiningrum; Faroha Amalia Husna; Maksum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2771

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia memerlukan strategi pembelajaran yang responsif budaya untuk membentuk karakter siswa yang toleran dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran PAI responsif budaya, mengkaji implementasi strategi dalam praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research terhadap literatur buku dan jurnal terindeks SINTA 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama: pengayaan materi ajar dengan perspektif multikultural, aplikasi metode diskusi dialogis dan pembelajaran kooperatif, serta kreasi kultur sekolah yang demokratis dan inklusif. Implementasi strategi efektif melalui integrasi nilai Islam dengan kearifan lokal dan pendekatan student-centered. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan kompetensi guru, kurangnya materi ajar inklusif, dan resistensi sosial. Strategi pembelajaran PAI berbasis multikultural terbukti lebih efektif meningkatkan toleransi siswa (68,65%) dibandingkan model tradisional (31,34%). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metodologi pembelajaran PAI inklusif dan menjadi referensi bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran responsif budaya.