Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) UNTUK PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SEBAGAI SOLUSI MINIM PANEN AKIBAT PREDASI Moh. Zainal Arifin; Putri Nurhanida Rizky; Annisa’ Bias Cahyanurani; Atika Marisa Halim; Asep Akmal Aonullah; Kartika Primasari; Anna Fauziah; Nasuki; Agus Widodo; Yvonne Indrajati Pattinaja; IGP Gede Rumayasa Yudana; Nazran; Adhiyaksa Arya Wiguna; Syahrul Ramadhan
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10418

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan nila dalam penerapan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA) sebagai solusi untuk mengurangi kehilangan ikan akibat predasi di Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah tingginya tingkat predasi pada sistem budidaya kolam tanah oleh biawak, ular air, dan burung pemangsa yang berdampak pada rendahnya hasil panen. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan KJA, pendampingan budidaya, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sebanyak 3.600 ekor benih ikan nila ditebar pada tiga unit KJA dengan pemeliharaan secara intensif. Hasil monitoring menunjukkan bahwa ikan nila mengalami pertumbuhan yang baik dengan bobot akhir mencapai 180–250 g per ekor menjelang panen serta tingkat kelangsungan hidup (survival rate) sebesar 90%. Kondisi kualitas air selama pemeliharaan juga berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan nila. Selain itu, penggunaan KJA dinilai mampu mengurangi risiko predasi dan mempermudah pengelolaan budidaya dibandingkan sistem kolam tanah tradisional. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan masyarakat dalam menerapkan teknologi budidaya ikan nila yang lebih efektif dan berkelanjutan.